Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Features
Tarik Minat Pemilih, TPS-TPS Ini Tampil Unik

Sedia Wifi Gratis, Jajanan Lebaran, hingga Nuansa Piala Dunia

28 Juni 2018, 15: 38: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

tps 10 pesantren

TARIK MINAT: TPS 10 Pesantren yang menggunakan fasilitas free wifi untuk menarik warga. (DIDIN SAPUTRO – JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

Pemilihan daerah yang digelar bersamaan dengan momen piala dunia dan lebaran membuat tempat pemungutan suara (TPS) tampil unik dan menarik. Ada suasana sepak bola, lebaran hingga bebas mengakses internet gratis.

MOCH DIDIN S - HABIBAH ANISA M - RAMADANI WAHYU N.

 

tps unik

TRADISIONAL: Salah satu TPS yang panitanya mengenakan pakaian adat Jawa. (HABIBAH ANISA - JawaPos.com/RadarKediri)

Pemandangan berbeda terlihat di TPS 10 di Kelurahan/Kecamatan Pesantren. Sebelum menggunakan hak suara, pengunjung terlihat berfoto ria bersama kerabat dan teman dekatnya. Ini mereka lakukan bukan tanpa alasan, karena memang di TPS yang satu ini, nuansa piala dunia sangat terasa. Puluhan bola lengkap dengan bendera para negara peserta piala dunia terlihat bergelantungan. Itu ada di sepanjang jalan menuju TPS yang terletak antara Blok S dan Blok Q Perumahan Wisma Asri.

Niat untuk mengeluarkan gawai ketika memasuki wilayah TPS pun seketika muncul. Bersiap-siap membuka aplikasi kamera, dan segera mengambil gambar memang kerap terlihat dari pengunjung yang datang. Tak ingin kehilangan momen tersebut, itu karena belum tentu di pemilihan kepala daerah selanjutnya bisa menjumpai momen layaknya tempat rekreasi ini.

“Hal seperti ini sangat menarik Mas, suasananya lebih mantap dari TPS lain, terlihat unik dan berbeda,” ujar Agus Muryanto sembari menikmati pernak-pernik sepak bola di depan TPS. Menurutnya ini sebuah momen yang langka, terlebih dalam pesta demokrasi di wilayah Kota Kediri.

Usai berfoto di sepanjang jalan menuju TPS, pengunjung akan disambut dua gawang. Berasal dari bambu, mirip dengan gawang yang ada dilapangan bola, namun ukuranya lebih kecil. Uniknya, di depan gawang telah tersedia bola plastik. Sebelum masuk ke dalam TPS, pengunjung dianjurkan menendang bola terlebih dahulu hingga masuk kedalam gawang. Baru setelah itu mereka dipersilahkan masuk dan mendaftar untuk melakukan pencoblosan.

“Seru sekali Mas, ini tidak membosankan, karena saat mengantre kita bisa internetan gratis,” tutur Evi Dwi Septiana pengunjung TPS.

Begitu juga dengan Willy Hasrianto yang mengaku senang dan menikmati konsep seperti ini. “Selain bisa bermain bola, kuota internet kita juga akan hemat Mas, bisa wifian sepuasnya,” akunya saat dijumpai di gazebo samping TPS.

 “Ini semua seperti syarat tak tertulis, mulai dari foto selfi, menendang bola ke gawang, baru masuk dalam TPS, dan menggunakan wifi gratis” ujar Yusron warga perumahan di samping TPS unik tersebut. Ia menyampaikan bahwa ide unik seperti ini digagas oleh warga, khususnya lingkungan RT 36 RW 07 Perumahan Wisma Asri Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Tampilan unik lainnya juga terlihat di TPS 03 Dusun Gemenggeng, Desa Janti, Kecamatan Wates. Berada di halaman MI Fatkhul Huda Desa Janti, TPS itu baru terasa berbeda saat masuk ke dalam.

Pernak pernik lebaran dengan ondel-ondel terpampang di ruangan. Tata ruang kursi meja dibuat untuk mendekatkan antar pemilih. Tak ketinggalan senyum panitia KPPS berbusana kebaya dan sorban.  “Kerasan berlama-lama di sini soalnya suasananya enak, seperti di rumah” tuturnya.

Suasana nyaman memang sangat terasa. Bagaimana tidak, tata letak kursi dibuat seperti kelompok yang dikelilingi oleh kursi. Pun disuguhi jajanan khas hari raya. Alhasil beberapa warga nyamil dan ngobrol dengan leluasa. Hingga tak sadar bahwa panitia KPPS memanggil nama pemilih untuk nyoblos. “Tidak sadar tadi kalau udah dipanggil,” ungkapnya.

Imam Mahmudi, Ketua TPS 3 di Dusun Gemenggeng, Desa Janti, Kecamatan Wates menyatakan bahwa ide tersebut menindaklanjuti perintah dari PPS untuk membuat TPS unik dan variatif. Adapun tujuannya agar pemilih berbondong-bondong ke TPS. “Kami lantas rembugan untuk dibikin tema apa, lantas muncullah tema lebaran ini,” ungkapnya.

Dikatakan Imam adapun dana yang digunakan untuk menghias TPS menjadi menarik dan sajian jajanan dari dana PPS dan ditambah sukarelawan. Adapun panitia KPPS menyambut pemilih layaknya bersilaturahmi yaitu dengan berjabat tangan.

Sedangkan TPS 02 di Dusun Jambu, Desa Tunge, Kecamatan Wates tampil berbeda dari para petugas KPPS. Mereka kompak tampil berbusana adat. “Agar beda dari tahun-tahun sebelumnya, kami memutuskan untuk menggunakan tema busana adat,” jelas Ketua KPPS Lilin Astuti.

Kali ini yang dikenakan adalah adat Jawa. Petugas perempuan menggunakan kebaya dengan bawahan jarit. Sementara laki-laki mengunakan baju adat solo dan blangkon.

Hal sama juga terlihat di TPS 03, Dusun/Desa Tunge yang petugasnya serentak mengunakan seragam biru, dengan model adat jawa. Dengan aksesoris bunga kamboja “Warga sangat terhibur dengan pakaian yang dikenakan panitia,” pungkas Ketua KPPS Fatmawati.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia