Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Masa Tenang, Peraga Kampanye Dicopot

26 Juni 2018, 15: 02: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

apk kampanye

COPOT: Petugas menata APK milik tiga paslon Pilwali Kota Kediri hasil dari operasi pembersihan tim gabungan. (M FIKRI ZULFIKAR - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Panwaslu Kabupaten Kediri mengingatkan adanya potensi rawan kecurangan di ratusan tempat pemungutan suara (TPS) dalam pilkada 2018 ini. Yaitu di TPS-TPS yang menjadi sebaran penyandang disabilitas. Jumlahnya mencapai 596 dari total 2.594 TPS.

Jumlah tersebut dipetakan oleh Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar-Lembaga Panwaslu Kabupaten Kediri Ali Mashudi. “Tujuannya (dipetakan titik-titik rawan) sebagai alarm pengawasan agar bisa langsung memonitor TPS-TPS yang rawan itu. (Sebagai) antisipasi,” paparnya.

Menurut Ali, ada 2 ribu lebih penyandang disabilitas yang tersebar di TPS-TPS itu. Dan inilah yang harus diwaspadai. Sebab, bisa jadi suara dari para penyandang disabilitas ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Karena itu indikator pemilih disabilitas harus diperhatikan betul oleh petugas. Baik itu PPK maupun PPS setempat. Bila perlu, kata Ali, agar dilakukan pendampingan jika ada penderita difabel. Pendamping tersebut juga diberikan form khusus. Sehingga jelas nanti siapa yang mendampingi. Hal ini agar suara para penyandang disabilitas benar-benar tersalurkan dengan baik.

paslon pilgub jatim

DITERTIBKAN: Petugas satpol PP Kabupaten Kediri mencoba menurunkan APK milik paslon dalam Pilgub Jatim. (RAMADANI WAHYU - JawaPos.com/RadarKediri)

“Misalnya mbah diantarkan cucu atau anaknya. Nah, yang mengantar atau mendampingi itu juga mengisi dan menandatangani form,” imbuhnya.

Masih menurut Ali, untuk pemilih tuna netra yang butuh surat suara berhuruf braile, TPS juga telah menyiapkan. Tapi, satu TPS menyediakan satu surat suara berhuruf braile. Bila nanti ada lebih dari satu penyandang tuna netra, akan diambilkan dari TPS yang lain. Khususnya yang tak terpakai.

Sementara, ketika dikonfirmasi soal pemilih disabilitas, Ketua KPU Sapta Andaruisworo menyatakan bahwa mereka telah melakukan sosialisasi untuk komunitas pemilih difabel. Termasuk soal tata cara mencoblos dan perlakuan terhadap pemilih disabilitas. “Harus kita dahulukan, diberi ruang atau pendampingan,” tuturnya.

Sapta menambahkan, KPU telah melakukan sosialisasi dan pelatihan bimbingan teknis (bimtek) pada PPK dan PPS. Termasuk cara atau perlakuan terhadap kaum difabel. “Beberapa kali diberikan sosialisasi pada komunitas difabel agar wawasan dan pengetahuan mereka bisa menggunakan hak pilih,” tuturnya.

Sementara itu, hari pertama masa tenang kampanye pilkada diwarnai dengan pencopotan alat peraga kampanye (APK). Baik di Kota maupun Kabupaten Kediri, petugas kampanye dan anggota Satpol PP melakukan penurunan semua peraga kampanye dari paslon. Baik itu untuk pemilihan wali kota (pilwali) maupun pemilihan gubernur (pilgub).

Namun, khusus di Kota Kediri, berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kediri, di beberapa titik masih ada APK yang terpasang hingga kemarin sore. Khususnya yang di area pribadi. Walaupun demikian, APK tersebut masih menghadap ke tempat umum. Sementara, saat rapat koordinasi antara KPU dengan tim sukses tiga paslon beberapa waktu lalu, memang APK di tempat privat tak ikut dibersihkan. Hanya, gambar tak boleh menghadap ke tempat umum. Harus dibalik kea rah rumah pribadi. 

“Memang ini terus dilakukan pelepasan. Target sampai selesai pelepasannya,” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri Agus Rofik.

“Kalau di ranah pribadi memang harusnya dibalik dan diarahkan ke (rumah) pribadi. Nanti kalau kami temukan akan kami bantu membaliknya,” sambungnya.

Pelepasan APK di Kota Kediri berlangsung kemarin mulai pukul 00.00. Diawali dengan apel bersama sekitar 77 personil gabungan yang terdiri dari unsure satpol, polisi, dan panwaslu. “Kami gantol hingga pelepasan secara manual APK-APK tersebut,” ungkap Kabid Trantib Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Penurunan dan pelepasan berlangsung bertahap. Hingga pukul 03.00 petugas melepas sekitar 19 baliho, 26 spanduk, 7 banner, dan 31 umbul-umbul. Semua APK dibawa ke kantor KPU, sebelum nanti diserahkan ke masing-masing timses.

Di Kabupaten Kediri, pelepasan juga dilakukan tim gabungan. Mereka melepas APK yang terpajang di sepanjang jalan protokol. “Menyikapi surat dari KPU untuk pelepasan APK, saya dan teman-teman satpol dilibatkan untuk menindaklanjuti hari ini (kemarin, Red),” ujar Kabid Penegak Perda Satpol PP Kabupaten Kediri Susanto.

Tim gabungan dari KPU dan Panwaslu Kabupaten Kediri terbagi menjadi dua tim. Tim satu melakukan operasi di wilayah timur dan utara Sungai Brantas. Sedangkan tim dua di bagian barat dan selatan sungai.

Santo menegaskan, target yang harus dipenuhi kemarin adalah tidak ada APK lagi sepanjang jalan protokol. Sedangkan untuk APK-APK yang terletak di kecamatan dan desa-desa, akan ditangani oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat. “Yang di kecamatan PPK didampingi polsek setempat,” tuturnya.

Ketua KPU Kabupaten Kediri Sapta Andaruisworo mengatakan masa tenang terhitung sejak pukul 00.01 dini hari kemarin (24/6) hingga (26/2). Hasil dari pelepasan dan pembersihan kemarin, total APK yaitu diturunkan sebanyak 51 buah. Terdiri 15 baliho, 11 spanduk, 3 banner, dan 22 umbul-umbul. “Nantinya APK ini akan dikumpulkan di KPU Kabupaten Kediri,” ujar Santo.

TPS Sebaran Para Difabel

Grogol                           42 TPS

Gurah                            29 TPS

Kandangan                    23 TPS

Kandat                           31 TPS

Kayen Kidul                  51 TPS

Kras                               25 TPS

Kunjang                         21 TPS

Mojo                              12 TPS

Ngadiluwih                    46 TPS

Ngancar                         15 TPS

Ngasem                          30 TPS

Pagu                               23 TPS

Pare                               9 TPS

Plemahan                       31 TPS

Puncu                             39 TPS

Ringinrejo                      40 TPS

Semen                            2 TPS

Wates                             73 TPS

Banyakan                      21 TPS

Plosoklaten                    28 TPS

Purwoasri                      5 TPS

(rk/fiz/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia