Rabu, 27 Jan 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Kota Kediri Kian Ramah dengan Ruang Terbuka Hijau (2)

Memorial Park Penuh Filosofi Perjuangan

25 Juni 2018, 16: 40: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

REFLEKSI: Kolam menjadi salah satu bagian dari Memorial Park.

REFLEKSI: Kolam menjadi salah satu bagian dari Memorial Park. (M FIKRI ZULFIKAR - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

Konsep taman ini kontemporer. Lebih modern. Berada di depan Taman Makam Pahlawan (TMP), taman ini memiliki tema penggambaran perjuangan para pahwalan dalam meraih kemerdekaan.

Bukan tanpa alasan bila taman ini mengusung konsep kepahlawanan. Sesuai namanya, Memorial Park, taman ini memang sebagai pengingat bagi warga Kota Kediri. Mereka yang berkunjung ke taman yang juga bernuansa futuristik ini bisa merasakan khidmatnya tema yang terkandung di dalamnya. Yaitu untuk menghormati jasa para pahlawan.

Taman Memorial Park dibangun di lahan seluas 2.350 meter persegi. Semula lahan ini adalah lahan mangkrak. Kosong dan tidak terpakai. Akhirnya, Pemkot Kediri pun memiliki ide untuk memanfaatkan ruang kosong ini sebagai salah satu taman andalan.

Desain taman ini dibuat oleh Studio Teras Jakarta. Nuansa kepahlawanan dibuat kental. Akhirnya, keindahan taman ini pun berpadu dengan makna filosofi terkait dengan Kemerdekaan Indonesia.

Karena kental dengan makna filosifi, Memorial Park memang berbeda dengan taman-taman lainnya yang dimiliki Kota Kediri. Taman ini tak sekadar hanya digunakan untuk kumpul-kumpul saja. Tapi juga merefleksikan jasa-jasa para pahlawan.

“Taman ini kami padukan dengan monumen. Karena memang taman ini keberadaannya tidak bisa lepas dari TMP yang ada di depannya,” ujar Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri Apip Permana.

Dari situlah taman yang berbentuk segitiga yang dipisah dengan sebuah dinding tinggi di tengahnya itu menggambarkan maknanya. Bentuk taman dibuat penuh dengan arti. Menurut Apip, keberadaan dinding merupakan penggambaran adanya pembatas rakyat untuk bergerak pada masa penjajahan. Untuk bisa menembus atau melewatinya, pengunjung taman harus meniti tangga-tangga yang dibuat menanjak. “Itu menggambarkan betapa beratnya perjuangan untuk mencapai kemerdekaan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, di bagian depan taman terdapat kolam. Lokasinya tepat antara taman dan jalan. Kolam itupun dinamakan kolam refleksi. Selain memang untuk diisi ikan sebagai pemercantik taman, kolam itu juga memiliki nilai filosofi. Bila dilihat dari TMP kolam itu akan merefleksikan wujud taman. Sebaliknya jika dilihat dari arah taman kolam itu juga akan memantulkan gambar TMP.

“Keduanya menjadi satu kesatuan meskipun dipisahkan oleh Jalan PK Bangsa,” ujarnya.

Apip menambahkan bahwa taman Memorial Park tersebut memang bisa menyerap suasana perjuangan dari pahlawan yang dimakamkan di depannya. Sehingga nilai arsitekturnya pun benar-benar digali dari sekitarnya. Yang paling penting tidak mencontek monumen-monumen yang sudah ada sebelumnya. “Ini murni dari hasil (pemikiran) tokoh Kota Kediri. Dan dipadukan dengan kondisi sekitar taman,” terangnya.

Dengan kedalaman makna dan filosofi dari Memorial Park tersebut, jarang berbagai kegiatan masyarakat pun juga mulai diagendakan di taman tersebut. Mulai dari melakukan pameran lukisan bertemakan perjuangan hingga konser amal yang juga untuk membangkitkan rasa nasionalisme warga Kota Kediri. Selain itu taman ini pun setiap harinya juga tidak pernah sepi dari pengunjung. “Ya sekadar untuk kumpul-kumpul pun tempat ini cukup nyaman dan asyik untuk bercengkrama,” tegas Apip. 

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2021 PT Jawa Pos Group Multimedia