Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Siagakan Aparat di Luar dan Dalam

Antisipasi Ricuh di Debat Publik Kedua

21 Juni 2018, 15: 22: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

Siagakan Aparat di Luar dan Dalam

Share this          

KEDIRI KOTA – Debat Publik calon wali kota (cawali) dan wakil wali kota (cawawali) tahap kedua akan kembali berlangsung. Waktunya adalah besok (22/6) malam. Berbagai persiapan pun dilakukan. Mulai dari persiapan setiap pasangan calon (paslon), pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), hingga pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri.

Terlebih pihak KPU yang punya gawe. Mereka pun telah merumuskan berbagai pertanyaan dan aturan dalam debat kedua itu.

Selain berbagai pertanyaan yang diajukan pada setiap paslon berbeda dengan debat publik yang pertama. Pihak KPU memberikan aturan lebih ketat lagi terkait jalannya debat. Seperti membatasi para pendukung yang masuk ruang debat di Insumo, Kediri Convention Centre (IKCC). Hingga aturan waktu saat setiap paslon memberikan jawaban hingga tanggapan pun juga diperketat. Mereka harus mengikuti aturan yang berlaku.

“Seperti waktu menjawab kita perketat. Karena porsi menjawab maupun menanggapi setiap paslon sama,” ujar Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq.

Rofiq pun mencontohkan, seperti saat tiba di segmen satu dalam menyampaikan visi dan misi. Ketiga paslon diberi kesempatan masing-masing hanya lima menit.

Begitu juga di segmen kedua, setelah setiap paslon mengambil pertanyaan secara acak di dalam boks. Ketiganya juga diberi waktu dua menit untuk memberikan jawaban.

“Waktu inilah harapan kami agar dipatuhi hingga masuk pada segmen terakhhir yaitu segmen keempat,” terangnya.

Tidak hanya itu, dalam menjawab pertanyaan tak selalu urut nomor paslon. Tak selalu dimulai dari paslon nomor satu hingga nomor tiga. Namun, paslon harus siap karena pembacaan soal dan jawaban itu dilakukan secara acak. Sesuai aturan yang sudah disosialisasikan ke setiap paslon.

 “Seperti pada segmen dua ini selain pengambilan pertanyaannya pun sudah acak. Yaitu berurutan mulai paslon dua, tiga, dan terakhir satu,” ungkapnya.

Jawaban dan tanggapan pertanyaan acak ini pun terus dilakukan hingga segmen terakhir. Saat segmen tiga, yang dibagi dalam dua putaran, pemilihan juga secara acak. Seperti pada round pertama diawali oleh paslon nomor urut tiga dan menjawab pertanyaan. Yang akan menanggapi jawaban itu nanti dimulai dari paslon nomor urut satu, kemudian dua. “Tidak berurutan hingga akhir kegiatan debat nanti,” terang Rofiq.

Sementara itu, KPU juga mengantisipasi kemungkinan munculnya kegaduhan di dalam ruang debat. Untuk hal ini KPU di-backup oleh petugas dari Polres Kediri Kota. Mereka akan bersiaga di dalam ruangan.

Selain itu, polisi juga akan ada yang bersiaga di luar gedung. Mengantisipasi massa di luar yang bisa juga melakukan kegaduhan hingga mengakibatkan bentrokan antarpendukung. Hal sama juga akan dilakukan petugas dari KPU. Mereka akan menyiagakan personilnya di setiap kubu pendukung paslon. Petugas ini akan selalu mengingatkan terkait aturan tersebut. “Kalau ada yang ramai saat jalannya debat akan langsung  kami peringatkan,” tegasnya.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia