Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Laju Harga Stabil, Kediri Alami Deflasi

Kediri mengalami deflasi 0,17 persen

07 Juni 2018, 14: 01: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Laju Harga Stabil, Kediri Alami Deflasi

Share this          

KEDIRI KOTA - Upaya menekan inflasi yang dilakukan Kota Kediri menjelang ramadan pada Mei lalu sukses. Terbukti dari rilis badan pusat statistik, diketahui selama Mei, Kediri justru mengalami deflasi 0,17 persen.

Kondisi ini dibenarkan Kepala Bank Indonesia (BI) Wilayah Kediri Djoko Raharto. “Ya, pencapaian laju inflasi di bulan Mei luar biasa. Kediri mengalami deflasi 0,17 persen,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri setelah rilis di BI.

Pria berkacamata ini memaparkan bila Kediri juga menduduki posisi satu-satunya wilayah yang mengalami deflasi selama Mei untuk tingkat Provinsi Jawa Timur. Padahal, di tingkat provinsi terjadi inflasi 0,17 persen serta 0,21 persen di tingkat nasional.

Pencapaian deflasi disebabkan oleh adanya masa panen raya beras yang berlangsung selama Maret dan April. “Dari panen raya, stok beras jadi melimpah, beras deflasi. Apalagi termasuk komoditi pokok,” terangnya sambil tersenyum.

Ia juga mengungkapkan, bila pencapaian laju inflasi tersebut tidak lepas dari adanya operasi pasar murni (OPM) yang rutin dilakukan selama puasa. “Pertengahan Mei sudah puasa, sehingga OPM juga beropreasi,” katanya.

OPM tersebut diakui Djoko jelas memberi kontribusi, karena ikut serta dalam menstabilkan harga di pasaran disaat bulan puasa yang cenderung berpotensi adanya inflasi.

Deflasi yang diduduki Kediri menimbulkan dampak positif bagi perekonomian wilayah hingga masyarakat. “Dampaknya mampu menjaga daya beli masyarakat, dan menjaga daya saing ekonomi kita,” paparnya.

Ia juga menerangkan bila berdirinya perusahaan besar produksi rokok seperti Gudang Garam ikut andil, karena mampu mengelola kinerja keuangannya yang berdampak luas.

Hal Serupa juga diungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Ellyn Brahmana. “Pencapaian yang membanggakan, saat bulan puasa. Kita malah mengalami deflasi,” ujarnya. Ia juga memaparkan bila ketersedian stok bahan pokok serta upaya intensif tim pengendalian inflasi daerah (TPID) melalui OPM, sidak yang efektif menjaga kestabilan harga.

(rk/*/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia