Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Bandara Kediri Bisa untuk Boeing 737

31 Mei 2018, 19: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Bandara Kediri Bisa untuk Boeing 737

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Bila terealisasi, bandar udara (bandara) yang akan dibangun di Kabupaten Kediri akan memiliki runway atau landas pacu relatih panjang. Mencapai 3 ribu meter. Artinya, landasan pacu itu bisa digunakan untuk pesawat besar. Setidaknya jenis Boeing 737.

Namun, untuk tahap pertama nanti, menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, memang akan dibangun landasan pacu sepanjang 2.400 meter. Namun, itu masih cukup untuk pesawat berbadan bongsor.

“Tahap pertama bisa menggunakan sekitar 2.400 meter. Itu (bisa) untuk Boeing 737 neo body,” jelas Menhub Budi Karya.

Menurut Budi, selanjutnya nanti panjang lintasan bisa mencapai 3 ribu meter. Dengan panjang lintasan seperti itu bandara tersebut akan mampu melayani rute penerbangan lebih banyak. Karena pesawat yang dilayani juga tak terbatas. Yang berbodi besar pun bisa mendarat.

Selain itu, Budi Karya juga menambahkan, panjang lintasan yang mencapai 3 ribu meter tersebut juga menjadi travel saver. Keselamatan penumpang pun semakin terjamin. 

Bagaimana dengan pengelolaan bandara dengan nilai investasi sekitar Rp 500 triliun tersebut? Menurut Menhub, rencananya bandara yang kini telah mengantongi izin itu akan dikelola oleh korporasi.

“Pengelolaannya nanti dikelola oleh korporasi yang memiliki Badan Usaha Bandar Udara (BUBU). Kalau nggak Angkasa Pura (AP) 1 ya (AP) 2,” terangnya.

Untuk diketahui hingga kini rencana pembangunan bandara memasuki tahap akhir. Untuk pembebasan lahannya sudah mencapai lebih dari 80 persen. Menurut Seskab Pramono Anung belum tuntasnya pembebasan lahan karena faktor teknis.

“Sekarang ini memang ada persoalan teknis karena ada pergeseran sedikit. Sehingga konsekuensinya harus membebaskan lahan,” tuturnya.

Meski demikian ia menyatakan bahwa proyek bandara ini merupakan proyek nasional. Sehingga pemerintah akan berusaha untuk membantu pembebasan lahan. Adapun angka 80 persen tersebut adalah dari total lahan 600 hektare. Hingga saat ini untuk penentuan lokasi, serta semua perizinan telah dikantongi. Termasuk dari TNI AU. Demikian pula dengan tahap finalisasi desain bandara dan penyelesaian pembebasan lahannya.

Oleh karena itu, proyek Bandara  Kediri  bisa berlangsung segera mungkin. Setidaknya, pada 2019 bandara tersebut sudah bisa memulai pembangunannya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia