Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Bandara Sudah Finalisasi Desain

31 Mei 2018, 14: 26: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

Bandara Sudah Finalisasi Desain

Share this          

KEDIRI - Setelah memiliki jembatan penting sebagai pembuka proyek Lingkar Wilis, masih ada satu rencana besar lagi yang akan hadir di wilayah ini. Yaitu rencana pembangunan bandar udara (bandara). Dan, realisasi proyek tersebut pun semakin mendekati akhir.

“Pembebasan lahan sudah hampir tuntas,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, di sela-sela acara peresmian Jembatan Wijayakusuma kemarin.

budi karya jawa pos radar kediri

FINALISASI: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (RAMADANI - JawaPos.com/RadarKediri)

Menurut Budi, total lahan yang dibutuhkan bandara nanti sekitar 600 hektare. Dan proses pembebasan tanahnya pun hampir tuntas. Kini, setelah lahan pembangunan telah mencapai 80 persen, persiapan berada pada tahapan penting. Yaitu finalisasi desain bandara.

Lebih jauh Budi menegaskan bahwa saat ini untuk lokasi bandara sudah ditetapkan. Juga perizinannya telah dikantongi. Termasuk izin dari TNI AU. “Sudah kita tetapkan lokasinya juga,” paparnya.

Oleh karena itu, Budi menegaskan bawa proyek Bandara  Kediri  bisa berlangsung segera mungkin. Setidaknya, pada 2019 bandara tersebut sudah bisa memulai pembangunannya.

“Sekarang pada tingkatan memfinalisasi desain dan penyelesaian tanah. Sehingga kalau itu selesai insya Allah tahun 2019 siap (mulai dibangun),” ungkap Budi.

Sementara itu Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung membenarkan bahwa saat ini proyek pengadaan bandara di Kediri terus berlanjut. Salah satu yang diselesaikan saat ini adalah penuntasan pembebasan lahan. Sedangkan untuk masalah perizinan sudah final.

“Untuk pembebasan lahan Pak Menhub lebih tahu. Tapi untuk perizinan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU, Red) dan Menteri Perhubungan itu sudah keluar,” ungkapnya.

Menurut Pramono, proyek pembangunan bandara di Kediri ini termasuk proyek strategis nasional. Oleh karenanya jika ada pergeseran untuk pembebasan lahan, Pemerintah akan membantu menyelesaikan masalah tersebut.

“Karena bandara Kediri termasuk proyek strategis nasional sehingga nanti Pemerintah akan membantu permasalahan yang ada dengan pembebasan lahan,” tutur mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Pramono juga menegaskan bahwa proyek ini untuk kebaikan bersama. “Tidak semuanya setuju (memang), tetapi apapun untuk kebaikan ya kita lakukan. Harapannya 2019 mulai,” sebutnya.

Proyek bandara di Kediri rencananya berada di wilayah barat sungai. Yaitu di wilayah yang masuk pada tiga kecamatan. Yaitu Kecamatan Tarokan, Grogol, dan Banyakan. Proyek bandara ini diperkirakan bakal memacu peningkatan ekonomi wilayah Kediri dan sekitarnya.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia