Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon-featured
Features

Menelisik Sejarah Islam di Sepanjang Sungai Brantas (3)

Misteri Umpak Masjid di Desa Ngepung

25 Mei 2018, 14: 07: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

Sejarah Islam di Sepanjang Sungai Brantas - Radar Kediri

MISTERIUS: Seorang warga melihat umpak masjid yang berada di kebun milik warga Desa Ngepung, Patianrowo. (ANWAR BAHAR BASALAMAH - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

Selain sejarah Kiai Nurjalifah, Patianrowo juga meninggalkan jejak lain perkembangan Islam di sekitar Sungai Brantas. Salah satunya adalah ditemukannya umpak masjid di Desa Ngepung. Sampai saat ini, benda untuk penyangga tiang masjid itu masih menjadi misteri.

Patianrowo meninggalkan banyak sejarah perkembangan Islam di sepanjang Sungai Brantas. Selain Kiai Nurjalifah, di Desa Ngepung, ditemukan umpak masjid kuno. Saat ini, benda purbakala tersebut berada di sebuah kebun milik warga setempat.

Menurut Koordinator Wilayah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan di Nganjuk Ahmad Akbar Sunandir, umpak masjid di Dusun/Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, ditemukan kali pertama pada 2010 silam. Waktu itu, lokasi penemuannya berpencat. “Jadi tidak jadi satu. Terpisah-pisah,” ujarnya.

Setelah dikumpulkan, jumlah benda untuk penyangga masjid itu sekitar 20 buah. Untuk memudahkan pengamatan, umpak yang terpencar dikumpulkan jadi satu. “Di sebuah kebun milik Mbah Sukemi (warga setempat),” ungkap pria 39 tahun ini.

Untuk mendalami temuan tersebut, pria yang akrab disapa Nandir ini mengaku, BPCB Trowulan mulai melakukan penelitian pada 2015. Kesimpulan sementara dari penelitian itu, umpak tersebut memang biasa dipakai untuk penyangga masjid-masjid kuno.

Hanya saja, Nandir tidak berani memastikan, sejarah peninggalan umpak di Di Desa Ngepung. Menurutnya dari cerita warga, sejara umpak bukan cerita tunggal. Ada beberapa versi mengenai kisah umpak di desa tersebut. “Kami tidak bisa memastikan umpak itu peninggalan siapa,” ungkap pria yang juga juru kunci makam Kiai Nurjalifah di Desa Pakuncen, Kecamatan Patianrowo ini.

Nandir menuturkan, ada dua versi cerita umpak di Ngepung. Yang pertama, konon umpak tersebut merupakan peninggalan Sunan Kalijaga. Karena itu, rencananya umpak akan digunakan untuk membangun Masjid Demak di Jawa Tengah. “Akhirnya umpak tidak jadi dimanfaatkan,” ujarnya.

Cerita kedua, kata Nandir, ada seorang tokoh Islam di Ngepung yang ingin mendirikan masjid di desa tersebut. Sayang, pembangunan tempat ibadah itu sampai sekarang belum terealisasi. “Alasannya tidak dipakai, saya belum mengetahui sejarahnya,” ujarnya.

Selain di Ngepung, umpak yang lebih tua juga pernah ditemukan di Desa Bangle, Kecamatan Lengkong. Namun sama dengan di Patianrowo, kisah peninggalan umpak itu masih misterius sampai sekarang.

Hal senada disampaikan Kasi Sejarah, Seni Tradisi, Museum dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Nganjuk Amin Fuadi. Dia mengaku, belum mengetahui sejarah peninggalan umpak di Ngepung. “Datanya belum akurat. Sejauh ini, masih berupa cerita warga setempat,” kata Amin. (bersambung)

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia