Sabtu, 25 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

MUI Ingatkan Toleransi

Keluarkan 11 Poin Seruan selama Ramadan

17 Mei 2018, 17: 30: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

MALAM PERTAMA: Suasana tarawih di Masjid Agung Kota Kediri tadi malam.

MALAM PERTAMA: Suasana tarawih di Masjid Agung Kota Kediri tadi malam. (M FIKRI ZULFIKAR - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat agar mengedepankan toleransi selama Ramadan ini. Agar tercipta suasana yang kondusif dalam pelaksanaan ibadah wajib bagi umat Islam ini.

Soal toleransi itu menjadi salah satu poin dalam 11 poin seruan oleh MUI Kabupaten Kediri. “Putusan imbauan telah selesai disusun. Dan ditembuskan juga kepada Pemerintah Kabupaten Kediri,” ujar Sekretaris Umum MUI Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi.

Sebelas poin tersebut, salah satunya, MUI menyuarakan agar pada Ramadan ini memperbanyak amal. Baik amal ritual maupun amal sosial. Juga meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan pada Allah di manapun tempatnya. Baik itu di sekolah, di masjid atau musala, kantor, dan lain sebagainya.

Hal yang paling mencolok adalah puasa. Kholiq menegaskan, MUI hanya menggarisbawahi pada orang yang tak melakukan puasa agar tak makan dan minum di sembarang tempat. “Karena kita kan juga tak tahu orang itu muslim atau tidak. Maupun lagi berhalangan atau tidak,” kilah Kholiq.

Disinggung apakah warung atau pedagang makanan juga ada aturan khusus ketika Ramadan, Kholiq menegaskan bahwa aturan teknis di lapangan dijalankan oleh aparat berwenang. Seperti halnya satpol PP, kodim, maupun polres. Sementara pihak MUI hanya memberi imbauan pada mereka.

Ketika disinggung lagi tentang pembeli, harus melalui pintu samping atau belakang, Kholiq menegaskan itu sudah menjadi ranah satpol.

“Kalau dari satpol PP kemarin memang untuk pembeli yang akan ke warung harus melalui pintu belakang,” terangnya.

Menurut Kholiq, hal ini dimaksudkan agar ketika makan tidak mencolok. Tidak terlihat dari luar di saat orang lain tengah puasa. “Ya tujuannya menghormati orang puasa,” imbuhnya.

Selain mengimbau kepada warga non-muslim atau yang tidak berpuasa, MUI juga mengingatkan kepada umat muslim yang melakukan tadarus Alquran. Yaitu ketika di atas pukul 22.00 WIB harus menurunkan pengeras suara. Atau menggunakan pengeras suara bawah. Hal itu agar tak mengganggu warga yang beristirahat.

“Lebih ke arah toleransi,” paparnya.

Harapannya,  di awal Ramadan ini semua umat mampu tetap menjaga toleransi dengan kelompok berbeda. Sekaligus menjaga ukhuwah islamiyah. Agar tercipta kemashlahaatan umat.

Sementara itu, warga Kota dan Kabupaten Kediri tadi malam melaksanakan ibadah salat tarawih. Sebagai penanda hari ini masuknya Ramadan. Salah satu masjid yang jadi tempat warga kota salat tarawih adalah Masjid Agung Kota Kediri. Di masjid yang berada di pusat kota ini, warga berduyun-duyun menunaikannya. Tak sedikit yang datang bersama keluarga.

Masjid di barat alun-alun ini penuh dengan jamaah. Meluber hingga ke serambi. “Malam ini adalah salat tarawih pertama di Ramadan ini,” terang Basarudin, sekretaris Takmir Masjid Agung Kota Kediri.

Basar mengatakan, pelaksanaan tarawih di masjid terbesar di Kota Kediri ini berdasarkan sidang isbat pemerintah. Yang sudah menetapkan 1 Ramadan ini bertepatan dengan Kamis, 17 Mei 2018.

Yang menarik, dalam pelaksanaan tarawih di masjid ini, bacaan surat Alquran setiap malam akan menyelesaikan satu juz. Sehingga, dalam satu bulan akan khatam. Atau selesai 30 juz. “Kalau ikut tarawih di sini setiap malam dan tidak pernah bolong sama saja dnegan mengkhatamkan Alquran,” jelas pria yang juga penyuluh agama Islam Kemenag Kota Kediri ini.

Karena menyelesaikan satu juz dalam setiap malam, imam salat tarawih dibagi dua secara bergantian. Karena itu, tak jarang selesainya sekitar pukul 21.00 WIB. Padahal, salat sudah dimulai sejak pukul 19.00,

Basar berharap, momentum Ramadan kali ini benar-benar dimanfaatkan warga kota. Yaitu dengan memperbanyak amalan baik. Karena nilai amalan akan berlipat dibandingkan bulan lain. “Jadi rugi kalau tidak memanfaatkan kesempatan baik ini,” tegas Basar. 

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia