Rabu, 19 Sep 2018
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
1 Persik v Persela 2

Kebobolan Dua Gol dalam Dua Menit

Rabu, 16 May 2018 12:28 | editor : Adi Nugroho

persik kediri - radar kediri

BELUM BERUNTUNG: Adi Eko Jayanto saat melepaskan tembakan ke gawang Persela. (M ARIF HANAFI - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA - Skuad Macan Putih Persik Kediri nyaris saja membuat langkah spektakuler. Unggul satu gol hingga menit ke-80, Eka Sama Adi dkk akhirnya harus tersingkir dari Piala Indonesia. Setelah mereka kebobolan dua gol hanya dalam rentang waktu dua menit. Yaitu pada menit ke-81 dan menit ke-83.

Dua gol itu langsung menghilangkan keunggulan Persik selama 38 menit. Sebab, skuad Persik sempat menjebol gawang Persela pada menit ke-42. Yaitu oleh pemain Fawad Ismail melalui sundulan kepala.

Dari segi permainan, Persik Kediri masih layak diacungi jempol. Sebab, mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada lawan yang sebenarnya levelnya jauh di atas mereka. Persela adalah tim papan atas Liga 1. Sementara Persik saat ini harus berkutat di Liga 3 nasional.

Namun, pertandingan berlangsung sengit. Serangan pun silih berganti dilakukan kedua tim. Tak ada perasaan minder dari skuad Macan Putih. Status tuan rumah dan dukungan penuh belasan ribu Persikmania membuat atmosfir pertandingan benar-benar menarik.

Persik mengejutkan tim tamu pada menit ke-42. Menjelang turun minum itu terjadi skrimit di depan gawang Persela yang dijaga Alexander. Dan Fawad Ismail mampu menggetarkan jala Persela. Yang langsung disambut dengan gemuruh seluruh stadion.

Pada babak kedua, Persela meningkatkan intensitas serangan. Namun, Persik mampu meredam setiap serangan yang dilakukan anak buah Aji Santoso tersebut. Bahkan, beberapa kali pemain Persik sempat merepotkan barisan pertahanan Persela.

Sayang, ketika pertandingan kurang beberapa menit berakhir, justru gawang Persik kebobolan. Pada menit ke-81 pemain Persela Sugeng Effendi memanfaatkan umpan tarik dari sektor sayap. Skor pun menjadi 1-1.

Ironisnya, dua menit kemudian Persela kembali membobol gawang tuan rumah. Juga dengan skema yang nyaris sama. Melalui umpan tarik sektor sayap. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap 1-2.

Pelatih Persik Alfiat mengaku kekalahan ini, salah satunya, karena faktor kesiapan pemain. Persiapanya hanya seminggu tiga kali untuk latihan. “Apabila bisa latihan secara continue selama satu minggu Insya Allah hasilnya akan lebih baik lagi,” ujar Alfiat saat ditemui usai pertandingan.

Faktor lain adalah soal stamina pemain. Bek kiri Persik pada babak kedua staminanya mulai menurun. Bahkan ia sudah memberi instruksi jangan sampai ada bola crossing ke depan gawang. “Kalau pemain belakang tidak disiplin akan terjadi gol. Dan kejadian pada pertengahan babak kedua, mereka berhasil membobol pertahanan kami,” kata Alfiat.

Apalagi, pada babak kedua, Fahad Ismail dan Eka Sama Adi cedera. Hal ini sedikit berpengaruh terhadap pressing terhadap pemain lawan. “Anak-anak sebenarnya mainya sudah bagus. Sudah bisa build up ke depan dan ke tengah. Karena stamina menurun jadi tidak bisa maksimal,” imbuhnya.

Pertandingan kemarin juga sebagai pengalaman pemain muda Persik.  Karena jarang bisa bertemu tim liga satu. Sehingga ke depan diharapkan akan lebih baik lagi.

Dari Persela, pelatih Aji Santoso banyak memasukkan pemain baru pada babak kedua. Seperti mengganti Faiz dengan Louris dan Fahmi dengan Sugeng. Tujuannya agar lebih banyak menyerang karena Persela sedang ketinggalan 0-1. “Alhasil dari penggantian pemain tadi kami bisa menyamakan kedudukan dan membalikkan keadaan. Kami tidak bisa menurunkan full team karena memang untuk persiapan pertandingan liga 1 tanggal 20 melawan Persija,” ujar Aji. Dari kemenangan ini Persela berhak melaju ke babak 64 besar Piala Indonesia 2018.

(rk/*/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia