Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kena Tipikor, Kades Bulu Hadirkan Saksi Meringankan

15 Mei 2018, 17: 49: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

HADIRI SIDANG: Kades Bulu, Kecamatan Semen, Siti Nurhasanah ketika mengikuti persidangan kasus dugaan pungli sertifikat di Pengadilan Tipikor.

HADIRI SIDANG: Kades Bulu, Kecamatan Semen, Siti Nurhasanah ketika mengikuti persidangan kasus dugaan pungli sertifikat di Pengadilan Tipikor.

Share this          

KEDIRI - Menjalani sidang kelima pada Kamis (10/5) lalu, penasihat humum (PH) Kades Bulu Siti Nurhasanah mendatangkan saksi yang meringankan. Namun dari dua saksi yang direncanakan hadir, hanya satu yang akhirnya bisa memberikan keterangan.

Sedangkan satu saksi lagi berhalangan datang. “Ya saat itu memang baru dihadiri satu saksi. Nanti, satu (saksi) lainnya Kamis depan (17/5),” ungkap Rizki Bagus, PH Siti Nurhasanah, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri kemarin (13/5).

Menurutnya, agenda sidang pada Kamis (10/5) adalah pemeriksaan saksi yang meringankan dari terdakwa. Waktu itu, saksi yang dihadirkan adalah perangkat Desa Bulu. Yakni petugas bagian teknologi informasi atau IT. Namanya yaitu Samsul Munir.

“Saksi yang kami datangkan adalah perangkat desa bagian IT,” papar Rizki saat dihubungi melalui gawainya.

Alasan dipilihnya saksi bagian IT karena selama ini kepengururusan penerbitan sertifikat keterangan hak waris membutuhkan bantuannya. Pun perekapan data-data untuk mendaftarkan sertifikat tersebut. Oleh karena itu diasumsikan bagian IT ini tahu terkait data-data tersebut.

Dalam paparan Munir melalui Rizki menuturkan bahwa Siti tak melakukan pungutan liar (pungli) seperti yang didakwakan jaksa penuntut umum (JPU) Wahyuning Diah. Sebagaimana yang Munir tahu tak ada kasus pungli di Desa Bulu. “Keterangan saksi yang meringankan itu bahwa Bu Kades tak pernah pungli,” ujar Rizki.

Lantas siapa saksi yang akan dihadirkan di sidang berikutnya? Rizki belum bisa menjawab. “Belum.. ini masih belum tahu siapa nanti saksinya,” ucapnya.

Untuk diketahui, Siti ditangkap anggota Tim Saber Pungli Polres Kediri Kota dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (12/8) tahun lalu. Penangkapan terjadi sekitar pukul 09.30 di rumahnya.

Penangkapan itu bermula dari laporan warga yang mengeluhkan sulitnya mengurus sertifikat keterangan hak waris melalui kades. Untuk membubuhkan tanda tangan saja kabarnya ada tarif Rp 12 juta. Dari situ, warga masih bisa menyanggupi Rp 4 juta.

Siti terjerat pasal 12 huruf e atau pasal 11UU Nomor 20/2001 tentang perubahan atau UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

(rk/*/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia