Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik
PPDB SMA Kediri

SMA Terapkan Zonasi

Kota Terbagi Dua Zona, Kabupaten Tiga

14 Mei 2018, 14: 33: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

SMA Terapkan Zonasi

Share this          

KEDIRI KOTA – Informasi ini sangat perlu diketahui oleh para orang tua yang anaknya segera masuk ke jenjang SMA. Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini kembali menerapkan sistem zonasi. Pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur akan membagi menggunakan beberapa wilayah. Tiap wilayah itu bisa berisi beberapa kecamatan. Karena itu, para calon siswa tak bisa bebas memilih sekolah yang dituju.

Untuk wilayah Cabdispendik Jatim wilayah Kediri, akan dibagi dalam beberapa zona. Lulusan SMP yang berniat mendaftarkan diri lebih baik mengetahui terlebih dahulu zona mana tempatnya berada. Karena mereka harus memilih sekolah yang berada di zona kecamatannya sendiri.

“Untuk Kota Kediri akan dibagi dua zona. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Kediri terbagi dalam tiga zona,” terang Kasi Pendidikan SMA dan SMK Cabdispendik Jatim wilayah Kediri Sidik Purnomo.

Sidik mencontohkan, untuk  zona 1 di Kota Kediri mencakup wilayah Kecamatan Mojoroto. Di zona 1 itu terdapat beberapa sekolah yang bisa dipilih. Yaitu SMAN 1, SMAN 7, SMAN 2, dan SMAN 5.

Sedangkan zona 2 mencakup wilayah di dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Kota dan Pesantren. “Sekolah yang bisa dipilih pun yang berada di dua kecamatan itu,” terang Sidik.

Kabupaten Kediri, yang wilayahnya lebih luas, dibagi dalam tiga zona. Zona 1 berisi sebelas kecamatan. Seperti Badas, Gurah, Kandangan, Kayenkidul, Kepung, Pagu, Papar, Pare, Plemahan, Plosoklaten, dan Puncu. Sekolah-sekolah yang berada di zona itu di antaranya adalah SMAN 1 Pare, SMAN 2 Pare, SMAN 1 Kandangan, SMAN 1 Puncu, dan SMAN 1 Plosoklaten. (Pembagian zona selengkapnya di grafis)

Untuk mengecek apakah siswa tersebut berada dalam zona yang ada, pihak cabdispendik akan melihat dari domisili yang tertera dalam kartu keluarga (KK). Kartu keluarga itulah yang nantinya jadi dokumen pembukti mereka bisa mendaftar di sekolah yang dituju.

Namun demikian, masih ada peluang bagi yang berada di luar zona untuk mendaftar. Namun dengan persyaratan yang lebih ketat dan jumlahnya dibatasi.

 “Walaupun ada zonasi untuk pendaftaran kali ini namun calon peserta didik tetap bisa mendaftar di luar zona dia,” terang Sidik.

Namun jika ada calon peserta didik baru di luar zona tetap mendaftar akan ada persyaratan khusus dan kuotanya terbatas. Tiap sekolah hanya diberi jatah satu persen saja untuk pendaftar di luar zona. Itupun sesuai hasil ranking nilai ujian nasional (NUN).

Sedangkan yang mendaftar di lintas kota atau kabupaten se Jawa Timur dibatasi hanya 10 persen saja. “Sehingga jika di ranking nanti ada persaingan antara calon peserta didik dari dalam zona dengan di luar zona, akan dilihat nilainya. Jika nilainya sama yang diprioritaskan adalah pendaftar yang berasal dari dalam zona,” ungkapnya.

Walaupun begitu, terkait aturan zonasi ini tidak termasuk untuk calon peserta didik yang mendaftar di SMK Negeri di Kota maupun Kabupaten Kediri. Sidik menerangkan aturan zonasi ini untuk SMA. Yang diharapkan bisa terjadi pemerataan. Pemerataan mulai dari jumlah siswa, karena memprioritaskan siswa se-zona atau kecamatannya dekat sekolah. Juga mempertimbangkan pemerataan potensi siswa.

“Untuk SMK ini tidak bisa seperti SMA. Karena setiap SMK jurusannya sudah beda-beda. Sehingga tergantung minat kejuruan masing-masing,” tegas Sidik.

Proses PPDB SMA/SMK akan berlangsung mulai 25 Mei hingga 8 Juni. Yaitu dengan pengambilan PIN di sekolah yang dituju. Sistem PPDB berlangsung secara online. Melalui website ppdbjatim.net. 

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia