Selasa, 17 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Events

RT 06/RW 02 Kelurahan Ngronggo, Juara Umum Prodamas Award 2018

Kekompakan Terjalin Lewat Jimpitan Tiap Malam

11 Mei 2018, 18: 01: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

juara umum prodamas - radar kediri

JUARA: Miftagur Rozak, Lurah Ngronggo mewakili RT 06/RW 02 Kelurahan Ngronggo saat menerima piala Juara Umum. (M ARIF HANAFI - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

Poskamling portabel yang dibangun RT 06/RW 02 Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota memberian multiplier effect yang luar biasa. Tak hanya jadi tempat berjaga. Tetapi menumbuhkan semangat kebersamaan antarwarga.

Edy Santosa tak menyangka RT yang dipimpinnya bisa meraih gelar juara umum dalam Prodamas Award 2018, Selasa malam (8/5) lalu. Ia bahkan sempat pulang, saat nominator Bidang Kinerja RT yang diumumkan terakhir, nama RT-nya tidak disebut. “Sudah sampai RS Baptis ditelepon sama Pak Lurah. Suruh balik. Katanya menang,” ujarnya semringah.

Ketua RT 06/RW 02 Kelurahan Ngronggo ini lantas bergegas memutar kendaraannya. Kembali menuju ke Tirtayasa Park, tempat malam puncak Prodamas Award 2018 digelar. “Saya pikir tidak dapat karena tidak ada dalam nominator. Ternyata malah dapat juara umum, alhamdulillah,” paparnya.

PEMENANG: Edy Santosa, Ketua RT 06/RW 02 Kelurahan Ngronggo.

PEMENANG: Edy Santosa, Ketua RT 06/RW 02 Kelurahan Ngronggo.

Gelar juara umum ini sebenarnya bukan target utama dari warga RT. Menurut Edy, sejak awal yang ingin diraih adalah bagaimana bisa memanfaatkan dana program pemberdayaan masyarakat (prodamas) dari Pemkot Kediri semaksimal mungkin. Terutama guna mengatasi masalah keamanan yang ada di lingkungan setempat.

Dimulai dari rembuk, warga memutuskan untuk membangun poskamling portabel. Sebuah pos yang rencananya pada waktu itu memang bakal digunakan untuk ronda. Bergiliran.

Pasalnya, Edy mengatakan, di lingkungannya, masalah keamanan, terutama pencurian kendaraan bermotor (curanmor) beberapa kali terjadi. Tak ingin itu berulang, warga sepakat menggelar ronda bersama. “Karena itu, sebagian dana prodamas kami manfaatkan untuk membangun pos itu,” bebernya.

Usai pos berdiri, warga pun kembali rembuk. Dalam rembuk kali ini, rumusannya bukan sekadar tentang jadwal piket jaga. Melainkan untuk memaksimalkan peran poskamling serta warga yang bergiliran ronda itu.

Hasilnya, disepakati bahwa selain berkeliling lingkungan, mereka yang berjaga juga diwajibkan mengumpulkan uang jimpitan/tabungan warga di tiap rumah. Tiap malam hal itu dilakukan.

Tentu di sisi lain, warga juga didorong rutin menabung. Uang jimpitan memang tak besar. Minimal warga menyepakati Rp 1.000 per malam. Tapi, karena konsepnya adalah menabung, warga ada yang menyisihkan lebih. “Sekarang dari tabungan jimpitan itu, total sudah terkumpul Rp 319 juta,” ujar Edy.

Dari tabungan itu, warga pun diuntungkan. Pasalnya, tabungan akan kembali dibagikan setelah satu tahun. Jelang hari raya Idul Fitri nanti, rencananya tabungan yang sudah dimulai sejak pertengahan 2017 ini bakal dikembalikan ke masing-masing warga. “Kalau dari hitungan saat ini, ada yang Rp 1,5 juta, ada pula yang sampai Rp 9 juta,” paparnya.

Apakah akan dikembalikan utuh? Edy mengatakan iya. Semua tabungan warga akan dikembalikan sesuai dengan yang ditabungkan. Memang menurut Edy, dalam perjalanannya, uang tersebut ada yang dipinjam untuk kebutuhan kelompok usaha bersama (KUBE) setempat. Ada pula yang dimanfaatkan untuk kebutuhan warga yang lain. Namun pada akhirnya, akan dikembalikan sesuai yang ditabung.

Hal ini karena, selain tabungan ini, RT 06/RW 02 Kelurahan Ngronggo, juga punya dana lainnya dalam bentuk kas RT, kas rukun kematian (rukem), hingga kas KUBE Sumber Harapan Jaya, yang di antaranya bergerak di usaha las. “Tabungannya tetap. Jadi kalau dipinjam, nanti dikembalikan juga. Misalnya untuk KUBE dulu, akhirnya juga tetap dikembalikan lagi ke tabungan. Karena di masing-masing itu, kami juga ada pembukuannya,” bebernya.

Bukan hanya untuk tabungan dan nantinya bisa digunakan untuk tambahan modal masing-masing warga, namun program jimpitan ini juga punya tujuan lain. Edy menyebut, dengan rutin piket ronda, warga pun juga tahu siapa dan di mana rumah tetangganya. Jika sebelumnya si A tidak kenal dengan si B, tapi dengan rajin mengumpulkan jimpitan berikut pendataannya, mereka jadi tahu. “Yang keliling gantian. Jadi tiap malam, dua orang yang mendapat giliran mengumpulkan jimpitan jadi tahu, ini lho ternyata rumahnya pak ini, ibu itu.” papar pria yang punya usaha ternak kambing ini.

Dengan total 135 kepala keluarga (KK) yang ada di RT ini, Edy mengatakan sebelumnya warga memang banyak yang tidak kenal tetangganya. Apalagi, mereka punya kesibukan masing-masing. “Kini warga semakin kompak,” pungkasnya.

Miftahur Rozak, kepala Kelurahan Ngronggo mengaku pencapaian RT 06/RW 02 Kelurahan Ngronggo ini memang membanggakan. “Bisa menjadi inspirasi RT lainnya. Jadi bukan hanya memanfaatkan anggaran sesuai aturan saja. Tetapi juga harus punya inovasi dan kreatif,” paparnya.
Menurutnya, apa yang sudah dilakukan warga di RT tersebut seharusnya bisa memicu RT-RT lain untuk berusaha lebih baik lagi dalam pemanfaatan dana prodamas mereka. Apalagi dengan silaturahmi di grup WA antar-RW dan RT yang ada di Ngronggo, bagaimana cara RT 06/RW 02 dalam mengoptimalkan anggaran mereka, bisa segera ditularkan. “Semoga makin banyak RT-RT yang inovatif dan kreatif,” tandas Rozak.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia