Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
Insiden Rafting di Sungai Pait

Satreskrim Akan Minta Pertimbangan Saksi Ahli

Mendalami Kasus Mahasiswi Tewas Tenggelam

02 Mei 2018, 20: 36: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

Ilustrasi Arung Jeram

Ilustrasi Arung Jeram

Share this          

KANDANGAN – Polres Kediri masih mendalami kasus mahasiswi yang tewas tenggelam saat kegiatan arung jeram di Sungai Pait, Kandangan (15/4). Setelah memeriksa sejumlah saksi mata yang mengetahui insiden meninggalnya Mufidatul Anisa, 19, mahasiswi Universitas Nusantara (UN) PGRI Kediri, polisi juga akan meminta keterangan saksi ahli. 

“Pihak kepolisian akan meminta  pertimbangan saksi ahli untuk membantu mendalami  kasus ini,” jelas Kasatreskrim Polres Kediri AKP Hanif Fatih.

Upaya pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya unsur kelalaian dalam peristiwa yang mengakibatkan satu korban jiwa dan dua korban luka-luka tersebut. Lantas siapa saksi ahli yang akan didatangkan?

Hanif mengungkapkan, pihaknya akan meminta pertimbangan teknis dari ahli, baik dinas pariwisata ataupun  komunitas rafting yang berada di Kota Kediri. Pertimbangan teknis tersebut di antaranya penjelasan tentang apakah Sungai Pait termasuk dalam  standar kualifikasi lokasi yang digunakan untuk  arung jeram.

Untuk diketahui, tragedi hanyutnya mahasiswa UNP terjadi ketika mengikuti acara   orientasi alam dengan   kegiatan rafting di Sungai Pait, Desa Banaran Kandangan, 15 April 2018 silam. Tiga anggota Himpunan Mahasiswa Pencinta Alam (Himapala) UNP Kediri yang hanyut itu adalah Mufidatul Anisa, 19, asal Loceret, Nganjuk; Jumrotun Munawaroh, 19, warga Dusun Japong, Desa/Kecamatan Kras; dan Khusnul Sholihah 19, asal Trenggalek.

Nahas menimpa Mufidatul. Meski sempat diselamatkan, namun nyawanya tak tertolong. Sementara, Munawaroh dan Khusnul mampu bertahan. Keduanya selamat setelah menjalani perawatan di RSUD Pare.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia