Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features
Pladu Sungai Brantas

Kungkum di Waduk demi Rengkik

Jadi Tradisi Tahunan Warga Kediri

01 Mei 2018, 17: 12: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

PESTA IKAN: Ribuan warga menunggu datangnya ikan mabuk di Bendung Gerak Waruturi kemarin sore. Tak hanya warga Kediri, mereka juga dari Tulungagung, Trenggalek, dan Nganjuk.

PESTA IKAN: Ribuan warga menunggu datangnya ikan mabuk di Bendung Gerak Waruturi kemarin sore. Tak hanya warga Kediri, mereka juga dari Tulungagung, Trenggalek, dan Nganjuk. (HABIBAH - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Istilah resminya adalah fleshing. Atau pembilasan atau pengurasan waduk. Dan yang dibilas adalah waduk di Wlingi Raya dan Lodoyo.  Semuanya di daerah Blitar. Namun, yang berpesta adalah warga Kediri dan sekitarnya. Mereka ramai-ramai terjun ke Sungai Brantas. Mencari ikan yang mabuk karena kegiatan fleshing itu.

Nah, bagi warga Kediri, nama kegiatan itu adalah pladu. Mencari ikan mabuk di Sungai Brantas. Banyak di antaranya membawa jala dengan berbagai ukuran. Mereka pun rela menunggu mulai pagi hingga malam hari. Menyusuri sepanjang Sungai Brantas hingga ke Waduk Waruturi, di Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Banyak pula yang rela kungkum (berendam) di tengah waduk. Demi memancen ikan lebih banyak lagi.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri ratusan warga itu telah menunggu pladu sejak Jumat (27/4). Padahal pengosongan waduk dijadwalkan dari Waduk Wlingi Raya dan Ludoyo pada (27/4) pukul 22.00 WIB. Kemudian penggelontoran sedimen satu hari setelahnya. Pagi hari pukul 06.00 WIB. Nah, diperkirakan air keruh itu sampai di Kediri pada Sabtu (28/4) siang.

PESTA IKAN: Ribuan warga menunggu datangnya ikan mabuk di Bendung Gerak Waruturi kemarin sore. Tak hanya warga Kediri, mereka juga dari Tulungagung, Trenggalek, dan Nganjuk.

PESTA IKAN: Ribuan warga menunggu datangnya ikan mabuk di Bendung Gerak Waruturi kemarin sore. Tak hanya warga Kediri, mereka juga dari Tulungagung, Trenggalek, dan Nganjuk. (M. ARIF HANAFI - JawaPos.com/RadarKediri)

“Banyaknya ikan teler sebelum dan sesudah maghrib,” kata Astria Nugrahany, kepala  Sub Divisi Jasa Asa II/1 melalui Muhaimin, juru pintu air bendungan Gerak Waru Turi Kecamatan Gampengrejo.

Lebih lanjut, Muhaimin menyatakan, meskipun ikan mabuk atau teler sebelum dan sesudah magrib, tapi warga sejak pagi memadati area waduk. Hingga kemarin pagi, banyak warga yang telah janggol atau menunggu di sekitaran waduk. Mereka cepat- cepat memilih tempat yang diinginkan.

“Disik-disikan (rebutan, Red) tempat Mbak,” ujar Supandi, warga asal Kandat yang sudah ada di waduk sejak pukul 06.00 WIB.

Menurut Supandi masalah tempat atau spot sangatlah penting. Dia mengaku rutin mencari ikan saat pladu setiap tahunnya. Spot yang tepat menurutnya adalah di bagian arus yang agak deras. “Menuju aliran yang deras Mbak,” ungkap Supandi.

Lain lagi dengan Agung. Warga Gampengrejo ini rela untuk menceburkan diri di tengah waduk. Dengan menggunakan alat sekadarnya. Yaitu ban bekas, lelaki ini menbarkan jala ke tengah waduk. “Ya ndak terlalu tengah sih, orang-orang nanti juga banyak yang turun langsung” paparnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, ini merupakan pertama kali bagi dirinya mengikuti pladu ikan. Ia berambisi untuk mendapatkan ikan rengkik. Ikan sejenis lele tapi berwarna putih dan lebih gurih dagingnya. “Semoga ini nanti rezeki saya,” imbuhnya.

Hingga pukul 17.00 WIB, suasana semakin riuh. Sebab, setiap kali pencari mendapatkan ikan, yang lain langsung bersorak.

Tak hanya ikan, ada warga yang ikut pladu mendapatkan biawak. Alex, warga Bandarkidul, mendapatkan biawak. Saat itu Alex berada di tengah sungai di bawah Jembatan Semampir Baru. Saat ada yang bergerak-gerak di air, mereka langsung berebut. Ketika Alex menggiringnya ke tepi sungai, ternyata bukan ikan. Tapi biawak.

“Kaget, saya kira ikan ternyata biawak,” ujarnya sembari mengumbar senyum.

Sementara itu, pihak Jasa Tirta Waduk Gerak Waru Turi juga menambah tim keamanan. Bila sehari-hari hanya dua satpam, kini menjadi enam. Selain itu pihak kepolisian dari Polsek Gampengrejo juga tampak beriringan melakukan pengamanan di sekitar waduk.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia