Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Gerebek Lagi Peracik Oplosan Maut

31 Maret 2018, 18: 35: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

iswahyudi miras - radar kediri

BELUM JERA: Iswahyudi saat digerebek polisi bersama minuman keras oplosan yang diperdagangkannya tanpa izin di Jl Patiunus, Kota Kediri. (M FIKRI ZULFIKAR - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KOTA– Iswahyudi, 41, penjual minuman keras (miras) oplosan yang warungnya digerebek petugas gabungan, Senin malam (26/3), ternyata sudah pernah jadi sasaran operasi. Bahkan dua tahun lalu, tepatnya 9 Oktober 2016, pernah ditahan di penjara.

Gara-garanya, miras oplosan yang dijual di warung belakang Kediri Mall, Jl Patiunus, Kota Kediri saat itu merenggut nyawa konsumennya. Tak tanggung-tanggung, tiga warga Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota tewas setelah menenggak minuman beralkohol ilegal tersebut.

Saat kembali digerebek Senin lalu, petugas menyita 66 botol miras ilegal. Namun Iswahyudi hanya dijerat pasal tindak pidana ringan (tipiring). “Kita terapkan tipiring untuk kali ini,” kata Kasatsabhara Polres Kediri Kota AKP Riko Saksono.

Padahal, itu bukan kali pertama dia digerebek. Pada 2016 setelah mirasnya menelan korban jiwa, Polsek Kediri Kota menjerat Iswahyudi dengan pasal 137 UU Nomor 18/2012 tentang Pangan. Dia pun dijebloskan ke penjara.

Namun jika sanksi tipiring di pengadilan nanti, sanksinya hanya diancam denda Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta. “Untuk saat ini kita tidak bisa jerat UU Pangan,” ungkap polisi berpangkat balok tiga di pundaknya ini.

Terkait hukuman untuk lebih menjerakan Iswahyudi, Riko mengatakan, tergantung putusan hakim. Walaupun tidak menjerat dengan pasal UU Pangan yang ancaman hukumannya sampai 5 tahun, pihaknya akan berkoordinasi dengan memberikan catatan tentang track record Iswahyudi ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri.

“Hal ini agar Iswahyudi bisa didenda maksimal karena dia tidak kapok-kapok walau sering tepergok jualan miras,” ujar mantan Kapolsek Semen ini.

Riko menambahkan, hanya bisa mengingatkan jika nanti kembali menemukan penjual miras yang bandel meski sudah pernah digerebek. Pihaknya tidak sungkan-sungkan lagi menindak tegas. “Tetap kita tindak tegas, kita gerebek lalu kita serahkan ke pengadilan,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam penggerebekan ini petugas tidak bisa mendapatkan petunjuk bahwa Iswahyudi yang memproduksi. Dia mengaku, mendapat pasokan miras oplosan dari sales. Itu berbeda saat 2016, polisi menemukan beberapa alat untuk memproduksi miras.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia