Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features
Para Jawara Ajang School Contest XI (Habis)

Upload Berita Beberapa Menit Jelang Deadline

21 Maret 2018, 14: 43: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

juara blog sc xi - radar kediri

THE BEST: Juara 1 Journalist Blog SC XI. (RAMADANI WAHYU - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

Banyak Pengalaman yang didapat dari mengikuti lomba Jurnalist Blog di School Contest ini. Mulai mewawancarai petugas Bank Indonesia untuk pertama kali hingga dikejar deadline.

MOH. FIKRI ZULFIKAR

“Cukup banyak mendapat pengalaman saat kami ikut School Contest (SC) ini Mas,” ungkap Ariska Widianto, anggota tim Jurnalist Blog dari SMA Pawiyatan Daha Kediri.

Tim Ariska tampil bagus dalam ajang ini. Menjadi pemenangnya. Dan, blog merka tergolong nyentrik dalam menyajikan berita. Konten yang ditampilkan terlihat lengkap. Penyajiannya pun sangat rapi. Enak dibaca.

Ariskan menerangkan, pengalaman menjadi jurnalis di SC sangat banyak. Pada tahun ini tim jurnalis Smadaha menarget menang. Setelah selama dua tahun berturut-turut hanya jadi juara 3 dan 2.

Persiapan mereka lakukan sejak seleksi tim jurnalis. Mereka bisa mendapatkan penulis, kamerawan, dan editor blogger yang canggih. Mereka adalah Ariska, Hanung Permata Putri, dan Albertus Diki Arawan. “Setelah technical meeting kami langsung punya gambaran. Terutama peran Bank Indonesia  akan kami tonjolkan dalam blog,” ungkap pemuda asal Kelurahan Dandangan, Kota Kediri.

Setelah konsep matang, tugas sulit adalah eksekusi. Mereka berjuang mendapatkan narasumber yang kompeten. Yaitu dari BI. Perasaan cemas sempat muncul karena dua hari sebelum final party, jawaban dari BI belum muncul. “Jawaban baru datang ketika H-1,” terangnya.

Saat datang ke BI, mereka merasa dag dig dug. Tapi juga bangga. Nah, perasaan tegang itu hilang ketika melihat pihak BI dengan ramah melayani mereka. “Meskipun pulang capek, namun cukup senang juga akhirnya bisa wawancara,” terang Ariska.

Tuntas wawancara, tantangan belum selesai. Tugas mereka selanjutnya adalah memodifikasi blog agar lay out-nya rapi. Juga nyaman dibaca. Juga agar ringan di-klik. Perlu kemampuan dan pengetahuan tentang jaringan.

Hal serupa juga dialami tim jurnalis dari MTsN 2 Kediri. Pemenang Jurnalist Blog kategori SMP/MTs. Menurut Safina Amelia Khansa, anggota tim, mereka langsung berbagi tugas setelah ditunjuk pihak sekolah. Amel, anggota lain, jadi lay outer, Ulya Amiqotul Husna sebagai penulis, dan Salsabila Fitri Alya sebagai bagian dokumentasi.

Konsep mereka rumuskan bersama. Penulis blog ini sangat kritis. Ulya, sang penulis, kerap menelurkan ide brilian. Khususnya menyangkut tema korupsi. Beruntung Amel punya saudara yang juga staf keuangan di Polres Malang Kota. Dia yang kemudian jadi narasumber blognya.. “Jadi di blog kami juga ada hasil wawancara paman saya terkait dengan korupsi itu,” ujar siswa kelahiran 9 Mei 2004.

Tim ini membuat blog sepulang sekolah. Mulai pukul 16.00 hingga 17.00. Empat hari jelang final party, mereka masih meng-up load perkenalan saja. Kurang dua hari, empat berita bisa mereka up load. Nah, saat  pelaksanaan, barulah enam berita mampu mereka muat, sembari mencari wifi di Taman Hijau SLG. “Tapi ternyata kami kurang satu berita. Awalnya kami tenang karena  info awal ada stan BI saat final party. Eh ternyata pas saat itu tidak ada,” ungkapnya.

Mereka sempat bingung. Untungnya, Ulya mampu menyusun konten bertema BI. Sehingga berita digarap cepat di tempat itu.

Sayang, ketika hendak up load, mereka kesulitan. Tak ada wifi di lokasi. Beruntung, ada temannya yang mau menyalakan wifi portable dari ponselnya. “Saat itu beberapa menit menjelang deadline. Tentu saja kami sempat panik,” ujar Amel.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia