Sabtu, 17 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

RSUD SLG Rekrut Ratusan Tenaga Medis

Jumat, 16 Mar 2018 18:35 | editor : Adi Nugroho

rsud slg - radar kediri

BARU: RSUD Simpang Lima Gumul yang akan segera dilaunching. (M ARIF HANAFI - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN- Rencananya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul (SLG) bakal di-launching Agustus nanti. Namun, persiapan sudah dilakukan sejak saat ini. Salah satunya adalah proses rekrutmen tenaga medis. Dari ratusan posisi tenaga kontrak yang disiapkan, ribuan orang telah melamar.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur RSUD SLG dokter Eko Heriadi. Menurut Eko, pihaknya telah membuka lowongan untuk 226 posisi. Baik untuk tenaga medis maupun administrasi. Khusus medis terdiri dari posisi dokter, perawat umum, bidan, dan tenaga medis lainnya. “Paling banyak dibutuhkan perawat umum dan bidan,” jelas Eko Heriadi saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin.

Masih menurut Eko,sejak dibuka pekan lalu, peminat ternyata sangat tinggi. Saat ini, total sudah ribuan pelamar yang masuk. “Saat ini sudah sekitar 1.400 pelamar,” terangnya. Mereka paling banyak mengincar posisi perawat umum dan bidan.

Sementara ada satu posisi yang masih minim peminat. Yaitu posisi untuk pemulasaraan jenazah. Saat ini baru dua pelamar yang masuk. Meskipun minim, Eko memastikan akan tetap menerapkan aturan seleksi calon karyawan tersebut. Apalagi, pembukaan lowongan ini masih dibuka hingga Minggu (18/3) nanti.

Eko berharap selanjutnya akan mendapatkan calon karyawan yang terbaik. Sehingga mereka siap saat proses launching nanti. “Rencananya bisa soft launching Agustus nanti,” harapnya.

Meski akan di-launching pada akhir tahun tersebut, pihaknya belum bisa memastikan rumah sakit bisa beroperasi saat itu. Sebab, pihaknya masih mengalami kendala dalam pemenuhan fasilitas rumah sakit. Apalagi, RSUD SLG adalah rumah sakit yang harus memulai dari nol.

“Saat ini kami masih menunggu kelengkapan peralatan. Butuh waktu untuk pengadaan,” jelasnya.

Selama proses tersebut, pihaknya akan melakukan training untuk para karyawan. Khususnya untuk memberlakukan pelayanan prima di rumah sakit tipe C tersebut. “Kami harus banyak melakukan simulasi (tentang pelayanan). Itu yang butuh waktu,” pungkasnya.

(rk/*/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia