Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features
Para Jawara Ajang School Contest XI (4)

Youtube dan Disney Channel Bikin Lancar Bahasa Inggris

15 Maret 2018, 17: 25: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

school contest - radar kediri

MEMUKAU: Peserta yang berhasil menyabet juara pertama kompetisi English Star. (M ARIF HANAFI - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

Tidak mudah menyampaikan pidato atau cerita dalam bahasa Inggris. Apalagi jika hal itu dilakukan di atas panggung dan di depan penonton. Namun dua cewek ini berhasil melakukannya.

MOHAMMAD SYIFA

Pembawaannya ceria. Mengenakan baju dominasi warna pink, Reyga Ardheas Tara mampu mencuri perhatian para penonton English Star Competition yang digelar di ajang School Contest XI pada Sabtu (10/3) lalu. Cewek yang akrab disapa Reyga ini tampil unik dengan topi berbentuk kepiting.

Ya, siang itu, Reyga tampil membawakan cerita rakyat Yuyu Kangkang dalam ajang kategori SMP. Penampilannya yang atraktif di atas panggung, ternyata memang benar-benar memukau juri. Tak mengherankan, pada saat malam puncak pengumuman pemenang, nama siswi kelas IX SMP Islam Baitul Izzah Nganjuk tersebut keluar sebagai juara pertama.

Reyga sendiri sebenarnya merasa peserta yang lain cukup bagus. Karena itu, dia tidak menyangka bisa keluar sebagai juara. “Saya sempat grogi dilihat banyak orang yang saya kenal. Kalau orang yang nggak kenal malah nggak apa-apa,” ujar cewek ceria ini.

Cewek kelahiran 2005 ini juga mengatakan bahwa sebenarnya sudah belajar bahasa Inggris sejak masih kecil. Dia banyak belajar dari gurunya di sekolah. Termasuk saat ini yang menjadi pembinanya di SMP Islam Baitul Izzah Nganjuk, Santi Kusumadewi. Dia juga sempat mengikuti kursus bahasa Inggris agar lebih lancar lagi.

Namun, selain belajar langsung kepada gurunya di sekolah dan di kursusan, Reyga mengaku juga sering mendengarkan musik berbahasa Inggris dari channel Youtube. Hal itu dilakukannya di sela-sela waktu luangnya.

Reyga yang mengaku sudah sering mengikuti perlombaan bahasa Inggris ini, nantinya ingin tetap mengasah kemampuannya agar lebih bagus lagi. Jika sudah besar nanti, dia ingin terjun ke dunia hubungan internasional atau perhotelan. “Karena saya suka bahasa Inggris dan sepertinya sesuai dengan kepribadian saya,” sambungnya.

Ditanya mengenai persiapannya mengikuti ajang English Star, Reyga mengatakan, sebenarnya dia tidak punya waktu yang lama. Setidaknya persiapan dia lakukan sekitar lima hari. “Saya latihan setiap hari di sekolah,” lanjutnya seraya mengatakan bahwa begitu naik ke panggung, rasa grogi langsung muncul. Tapi dia lantas bisa mengatasi saat sudah tampil.

Penampilan memukau lainnya juga ditunjukkan oleh Shania Soeganda. Siswi kelas XI SMA Katolik Santo Augustinus Kediri ini menjadi penampil terakhir dalam ajang English Star kategori SMA. Dia tampil membawakan pidato tentang antikorupsi.

Shania, begitu dia akrab disapa, sukses memukau dewan juri dan penonton yang hadir siang itu di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG). Bahkan, beberapa kali di tengah pidatonya, dia mendapat tepukan dari para penonton.

Penampilan Shania siang itu memang cukup berbeda dibandingkan dengan kontestan lainnya. Meskipun menampilkan pidato, tapi dia mampu mengemasnya dengan sempurna. Di akhir pidatonya, dia memberikan backsound yang semakin mendramatisasi pidatonya.

Bahasa Inggris yang dibawakannya juga nyaris sempurna. Mulai dari pengucapan hingga secara struktur bahasa. Itu semua tidak lepas dari kebiasannya yang memang sudah sejak kecil belajar bahasa Inggris. “Sejak kecil saya memang sudah belajar bahasa Inggris di rumah,” katanya ketika ditanya oleh juri pada saat proses audisi yang dilakukan sebelumnya.

Saat di rumah, lanjut cewek kelahiran 2011 itu, orang tuanya sering memutarkan film-film animasi dari Disney Channel. Dari situlah, lantas Shania mulai belajar banyak tentang bahasa Inggris. Tak mengherankan pula saat tampil membawakan pidato, bahasa Inggrisnya memang sudah tidak ada masalah yang berarti.

Tak hanya belajar di rumah, Shania juga terus mengasah bahasa Inggrisnya selama di sekolah. Begitu ada kesempatan kompetisi English Star, dia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan ikut mendaftar. Ternyata, dia berhasil menyabet juara pertama.

Nadlirin, salah satu juri dari Dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Kediri, mengatakan, sebenarnya semua peserta yang masuk ke tahap final sudah memiliki kualitas bahasa Inggris yang bagus. Namun, dewan juri harus memutuskan siapa yang menjadi terbaik. “Kalau secara kemampuan berbahasa Inggris sudah cukup bagus semuanya,” katanya.

Namun, dewan juri dalam kesempatan final tersebut juga harus mempertimbangkan bagaimana para peserta mampu memberikan penampilan yang sempurna di atas panggung. Dilihat mulai dari cara menguasai panggung, interaksi dengan penonton, dan materi yang disampaikan. Selain tentu saja memperhatikan unsur dalam bahasa Inggris.

Khusus untuk Reyga dan Shania, keduanya tidak hanya mampu berbahasa Inggris yang baik, tapi juga mampu menampilkan suguhan yang sempurna. “Kami, para juri juga kebingungan menentukan juara. Tapi Reyga dan Shania memang mampu menampilkan paket komplet yang kami cari,” pungkas Nadlirin.

(rk/*/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia