Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Proyek Bendungan Semantok Mulai Dikerjakan

Kontraktor Mulai Lakukan Pengukuran

11 Maret 2018, 19: 19: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

Proyek Bendungan Semantok Mulai Dikerjakan

Share this          

NGANJUK – Proyek Bendungan Semantok di Desa Tritik dan Sambikerep, Kecamatan Rejoso mulai digarap. Setelah penandatanganan kontrak pada akhir Desember lalu, dua rekanan pemenang proyek senilai Rp 1,9 triliun itu tengah melakukan pengukuran.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, ada dua paket pekerjaan yang dilelang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dua paket itu dimenangkan perusahaan BUMN. Paket I dimenangkan PT Brantas Abipraya dengan kontrak senilai Rp 909,722 miliar. Sedangkan paket II dimenangkan PT Hutama Karya nilai kontrak sebesar Rp 840,202 miliar.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Abdul Goni mengatakan, pembangunan bendungan dikerjakan dua rekanan. Hal tersebut sesuai surat perjanjian kontrak (SPK) dilakukan pada 20 Desember lalu.

Goni melanjutkan, dua rekanan akan membagi pekerjaan sesuai dengan paket yang dimenangkan. “Karena ini proyek besar, ada dua kontraktor yang mengerjakan,” kata Goni.

Misalnya, untuk pembangunan tubuh bendungan. Dengan panjang sekitar tiga kilometer, rekanan akan berbagi pekerjaan untuk menyelesaikan pembangunan jembatan. Lalu, untuk pembuatan spillway (lubang air) akan dikerjakan PT Hutama Karya. “Pekerjaan lain dibagi sesuai dengan paket masing-masing,” lanjutnya.    Untuk tahap awal ini, Goni mengungkapkan, rekanan masih melakukan pengukuran di lokasi pembanguan Bendungan Semantok. Yakni di Desa Tritik dan Sambikerep, Kecamatan Rejoso. Pengukuran volume dilakukan untuk menyesuaikan dengan desain. “Sementara ini masih pengukuran dulu,” terang Goni.

Sambil melakukan pengukuran volume, Goni mengungkapkan, pihaknya juga menunggu penggantian tegakan lahan milik Perhutani di Tritik. Untuk diketahui, luasan hutan yang dimanfaatkan untuk pembangunan Bendungan Semantok seluas 405 hektare.

Goni menargetkan, nilai tegakan lahan sudah keluar pada April atau Mei nanti. Sehingga, proses pembangunannya bisa dilanjutkan dengan tahapan fisik bendungan. “April atau Mei sudah ada penggantian tegakan,” harapnya.

Sebelum sampai ke proyek fisik, kata Goni, tahapan pembangunan bendungan harus melalui beberapa uji. Di antaranya uji mekanika tanah (mektan) dan uji geologi. “Jadi banyak tahapannya,” tandas Goni.

Untuk diketahui, proyek Bendungan Semantok menelan anggaran sekitar Rp 1,9 triliun. Sesuai kontrak, proyek nasional tersebut akan dikerjakan sampai 2021. 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia