Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Pendataan Pedagang Lama untuk Relokasi Pasar Wage III

09 Maret 2018, 21: 05: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

SIAP DITEMPATI: Bangunan Pasar Wage III selesai dikerjakan akhir 2017 lalu. Hingga Maret ini, bangunan belum kunjung dimanfaatkan karena persiapan relokasi pedagang yang dilakukan dinas perindustrian dan perdagangan masih belum tuntas.

SIAP DITEMPATI: Bangunan Pasar Wage III selesai dikerjakan akhir 2017 lalu. Hingga Maret ini, bangunan belum kunjung dimanfaatkan karena persiapan relokasi pedagang yang dilakukan dinas perindustrian dan perdagangan masih belum tuntas. (ANWAR BAHAR BASALAMAH - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

NGANJUK – Jelang relokasi pedagang Pasar Wage III, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk mulai mendata jumlah pedagang di pasar lama. Untuk sementara, total ada sekitar 800 pedagang yang siap diverifikasi.

Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk Heni Rochtanti mengatakan, 800 orang merupakan pedagang yang sekarang berjualan di Pasar Wage II. Lokasinya di tembusan Jl Dermojoyo. Batasannya mulai sebelah selatan kantor pasar. “Ini masih data sementara,” kata Heni kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Untuk memastikan jumlah pedagang yang direlokasi, lanjut Heni, pihaknya akan melakukan pendataan. Semua pedagang yang tercatat akan diverifikasi.  Karena itu, setelah diverifikasi jumlahnya bisa berkurang.

Lebih jauh Heni mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pedagang agar mereka bisa direlokasi ke pasar baru. Salah satunya, setiap pedagang dianggap hanya memiliki satu lapak.

Praktiknya, banyak pedagang di Pasar Wage yang memiliki lebih dari satu lapak. Satu lapak ditempati dan sisanya disewakan. Disperindag, lanjut Heni, juga mempertimbangkan pedagang yang benar-benar berjualan.

Karenanya, pemilik lapak yang tidak lagi berjualan akan dikroscek. “Kami mendata pedagang yang benar-benar berjualan,” tandas perempuan berkerudung ini.

Untuk menentukan jumlah pedagang, lanjut Heni, disperindag juga mengelompokkan pedagang sesuai jenis dagangannya. Yakni, meliputi pedagang sayur dan buah, pakaian, pracangan, mainan dan warung. “Agar mudah pengaturannya,” imbuh Heni.

Kapan pedagang akan direlokasi? Heni mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi lebih dulu pada April atau Mei nanti. Sedangkan relokasi baru akan dilakukan setelah Lebaran. Yaitu, Juni atau Juli nanti.

Untuk diketahui, disperindag hanya akan merelokasi pedagang di Pasar Wage II. Sedangkan pedagang di Pasar Wage I tetap menampati pasar lama. Jumlah pedagang Pasar Wage I diperkirakan sekitar 200 orang.

Keputusan hanya memindah pedagang di Pasar Wage II dilakukan karena pertimbangan jumlah lapak di pasar baru. Berdasar hitungan disperindag, lapak yang siap ditempati kurang dari 800 kios.

Tahun lalu, Pemkab Nganjuk membangun 272 kios tambahan. Setelah ditambah dengan jumlah kios yang sudah dibangun pada 2014-2016, total sebanyak 658 kios. Jumlah itu belum termasuk 52 petak los basah dan 62 petak los kering.

Melihat jumlah lapak, Pasar Wage III dipastikan tidak bisa menampung keseluruhan pedagang. Karenanya, disperindag hanya akan merelokasi pedagang Pasar Wage II. Salah satu pertimbangannya, lokasi pasar akan digunakan akses jalan menuju Pasar Wage III.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia