Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Penasaran Cupang Bule

06 Maret 2018, 19: 10: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

haryanti dan cupang - radar kediri

TERTARIK: Bupati Kediri Haryanti saat mengamati ikan cupang dalam akuarium yang dipamerkan dalam Festival Ikan Beta dan Koi. (PUSPITORINI DIAN - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN- Bagaimana bentuk ikan beta atau cupang yang didatangkan langsung dari Amerika Serikat? Jika penasaran, datang saja ke Festival Ikan Kabupaten Kediri 2018. Tempatnya di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG). Festival itu akan berakhir hari ini.

Pada Festival Ikan Beta yang sudah digelar kali kelima ini, hadir peserta dari luar negeri. “Ada dari Amerika Serikat, Singapura, dan Taiwan,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid.

Menurut Nur, ikan dari luar negeri itu menjadi bagian dari total 350 ekor ikan beta yang diadu dalam festival yang berlangsung sejak Jumat (2/3) itu. Bentuknya yang unik membuat ikan cupang menjadi perhatian khusus para pengunjung.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, festival ikan kali ini menggabungkan ikan beta dan ikan koi. Khusus ikan koi, sudah digelar kali ketujuh.

Tak hanya memamerkan ikan, pada festival kali ini juga digelar produk olahan ikan. Mulai sate lele, nugget lele, pentol lele, ikan bakar, dan aneka produk ikan lainnya. Juga disiapkan transaksi penjualan ikan koi dan ikan beta. Para pengunjung akan dipuaskan dengan aneka produk ini. “Memang sekarang sengaja digabung, supaya lebih meriah,” terang Nur Hafid.

Harapannya, kegiatan ini bisa memotivasi pembudidaya ikan hias. Agar mampu bersaing dengan daerah-daerah lain. “Kami ingin menunjukkan kalau Kabupaten Kediri itu juga sentra ikan hias,” tegasnya.

Kemeriahan festival ikan hias ini juga mendapat perhatian Bupati Haryanti. Sang Bupati menyempatkan datang bersama dengan ibu-ibu dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI). “Kami ingin menunjukkan kalau produksi ikan di Kediri itu sangat banyak dan beragam,” tegasnya.

Haryanti berharap festival yang digelar dalam skala nasional ini bisa berkembang menjadi berskala internasional. Menurut Haryanti, sebelumnya kendala yang dihadapi adalah masalah transportasi. Pasalnya, selama ini belum ada jalan tol yang bisa mempercepat perjalanan ikan agar saat sampai di Kediri kondisinya tetap fit. “Sekarang sudah ada tol, kita akan gagas festival internasional ini,” jelasnya.

Tujuan akhirnya, bisa mengangkat nama Kediri di tingkat internasional. Tak sekadar ikannya yang akan terkenal tetapi juga akan berpengaruh ke sektor wisata dan perekonomian.

(rk/*/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia