Senin, 18 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

BPBD Perbaiki Tanggul Darurat Kali Bendokrosok

25 Februari 2018, 10: 15: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

sekolah kebanjiran - radar kediri

KERJA BAKTI: Para siswa SDN Ngablak, Kecamatan Banyakan bersemangat melakukan kerja bakti di ruang kelasnya setelah kebanjiran. Sekolah itu sempat tergenang hingga kedalaman 2 meter. (RAMADANI WAHYU - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN– Berbagai usaha dilakukan untuk mencegah ancaman bencana banjir di Kecamatan Banyakan agar tidak meluas. Salah satunya dengan memperbaiki tanggul Kali Bendokrosok yang jebol di Dusun Geneng, Desa Maron.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Rendi Agata Sakaira, tanggul darurat yang disiapkan memang dianggap kurang kuat. “Akhirnya kami tambah dengan terpal,” terangnya.

banjir - radar kediri

ALAT BERAT: Perbaikan tanggung yang jebol. (RAMADANI - JawaPos.com/RadarKediri)

Terpal itu dianggap mampu mencegah agar arus sungai tidak mudah menerjang tanggul. Sebelumnya, tanggul darurat hanya terdiri atas sesek, tonggak bambu, dan gundukan tanah. “Sekarang ditambah terpal dua lapis,” jelasnya.

Saat ini, tanggul darurat dikembalikan seperti semula, sebelum jebol. Yaitu dengan panjang 28 meter dan ketinggian empat meter. Menurut Rendi, langkah pembuatan tanggul adalah tindakan darurat. Itu hanya untuk mencegah air sungai tidak menembus tanggul.

Rencananya, jika musim kemarau, tanggul darurat itu akan ditambah bronjong. Sehingga menjadi lebih kuat. “Nanti dibuat seperti di sisi barat,” terangnya.

Meski begitu, diakui Rendi, langkah itu belum permanen. Menurutnya, perlu ada penanganan khusus agar banjir yang terjadi hampir tiap tahun tidak terus-terusant terjadi.

Seperti diketahui, hujan deras yang terjadi terus-menerus di lereng Gunung Wilis pada Kamis (22/2) menyebabkan longsor dan banjir di sejumlah tempat. Banjir terjadi di tiga desa di Kecamatan Banyakan, yaitu Desa Maron, Sendang, dan Ngablak.

Banjir dipicu jebolnya tanggul sepanjang 28 meter dengan ketinggian empat meter di Dusun Geneng, Desa Maron. Sedangkan longsor terjadi di Desa Jati, Kecamatan Tarokan; Desa Joho Kecamatan Semen; dan Desa Parang, Kecamatan Banyakan. Dua rumah tertimpa longsor. Sementara di Desa Sumberagung dan Desa Krecek, Kecamatan Badas, satu rumah ambruk.

Akibat banjir, kemarin, siswa SDN Ngablak kerja bakti di sekolahnya Sekolah itu sempat tergenang hingga kedalaman 2 meter. Dwi Endah Wati, kepala SDN Ngablak, menuturkan bahwa kerja bakti dilakukan ketika jam pelajaran olahraga. Pada saat itu, yang memasuki jam olahraga adalah siswa kelas 1, 2, dan 3. Sedangkan kelas 4, 5, dan 6 belajar di MI Masirotul Ilmi dan Masjid Al Ikhlas, tak jauh dari SDN Ngablak.

“Kerja bakti bertujuan agar kelas menjadi bersih, soalnya airnya masih nyembong ke dalam,” ujar Dwi.

Alhasil ketiga kelas tersebut membersihkan kelasnya masing-masing serta masjid sekolah. Terlihat para siswa bersemangat mengambil air untuk mengepel lantai. Karena sambil bermain, wali kelas mereka pun memperingatkan agar ruangan tak kotor kembali.

“Memang tidak bisa maksimal Mbak, karena anak-anak juga gampang capek mulai jam 07.00-09.00 pagi,” ungkapnya. Alhasil Dwi memberikan solusi agar kerja bakti tersebut dilanjutkan di hari lain.

Dia juga menyatakan, kerja bakti pun dibantu wali murid secara sukarela. Selama sekolah tidak bisa digunakan, siswa kelas 4 dan 6 belajar di MI Masirotul Ilmi, sementara kelas 5 di Masjid Al Ikhlas.

(rk/*/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia