Rabu, 22 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features

Batuk dan Hipertensi Paling Dominan

17 Februari 2018, 11: 46: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI

ILUSTRASI

Share this          

NGANJUK – Masyarakat Nganjuk agaknya harus segera menerapkan pola hidup sehat. Sebab, berdasar data dinas kesehatan (dinkes), jumlah penyakit degeneratif cenderung mendominasi. Tahun lalu, jumlahnya mencapai sekitar 8.000 kasus.

Dari ribuan penyakit yang direkam dari kunjungan ke puskesmas selama Januari-September 2017, penyakit batuk tanpa pneumonia sebanyak 111.623 kasus. Kemudian, hipertensi (darah tinggi) sebanyak 86.359 kasus.

Selanjutnya, di urutan ke tiga ada penyakit flu dengan 79.319 kasus. Ada pula pembengkakan tulang (arthritis) sebanyak 67.207 kasus dan di urutan ke lima ada penyakit tukak lambung sebanyak 62.804 kasus.

Lima penyakit lain yang juga banyak ditemukan adalah influenza tanpa pneumonia, rematoid arthritis, dermatitis, kelainan sususan saraf dan demam.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Nganjuk Guruh Hari Wibowo mengatakan, data yang tercatat merupakan pelayanan kesehatan di tingkat pertama.

Guruh mengakui, tren penyakit batuk dan hipertensi cenderung tinggi setiap tahun. Untuk batuk, biasanya disebabkan oleh alergi dan salah konsumsi makanan. “Kalau punya alergi, batuk akan mudah menyerang,” lanjut Guruh.

Adapun untuk hipertensi digolongkan sebagai penyakit degeneratif selain jantung dan ginjal. Ditanya pemicu penyakit degeneratif, Guruh menyebut mayoritas disebabkan pola hidup yang kurang sehat. Misalnya, jarang berolahraga.

Untuk mencegahnya, Guruh mengatakan, dinkes telah membuat program gerakan masyarakat sehat (Germas). Aktivitasnya melakukan promotif dan preventif. Di antaranya, melakukan sosialisasi. “Kami ajak untuk hidup sehat dan rajin berolahraga,” katanya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia