Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Minta Jembatan Lama Kertosono Bisa Difungsikan Kembali

Dewan Berencana Konsultasi ke Pusat

06 Februari 2018, 20: 30: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

TUNGGU KONSULTASI: Warga mengecek kondisi jembatan lama Kertosono yang konstruksinya miring menyusul amblesnya tiang pancang jembatan Sabtu (03/2) lalu. Dewan dan pemkab berencana konsultasi ke pemprov dan pusat untuk meminta pembangunan jembatan bersejar

TUNGGU KONSULTASI: Warga mengecek kondisi jembatan lama Kertosono yang konstruksinya miring menyusul amblesnya tiang pancang jembatan Sabtu (03/2) lalu. Dewan dan pemkab berencana konsultasi ke pemprov dan pusat untuk meminta pembangunan jembatan bersejar (REKIAN - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

NGANJUK – Rencana Pemkab Nganjuk untuk bisa memanfaatkan kembali jembatan lama Kertosono mendapat dukungan legislatif. Para wakil rakyat juga menilai jembatan yang ditutup Sabtu (3/2) lalu itu sangat bermanfaat bagi warga sekitar. Karenanya, mereka akan melakukan konsultasi ke Pemerintah Provinsi Jatim dan pemerintah pusat.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengatakan, pada 2013 silam, pihaknya pernah mengusulkan ke pusat dan pemprov untuk mengalokasikan anggaran perawatan jembatan lama. Baik berupa tambal sulam maupun rehabilitasi.

Namun, sampai sekarang usulan itu tidak terealisasi. “Jadi selama ini memang tidak ada perawatan sama sekali,” kata Tatit kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Sejak 2013 lalu, lanjut Tatit, kondisi tiang pancang jembatan sudah rapuh. Mereka pun memprediksi jika dibiarkan terus-menerus jembatan akan putus. Rupanya, prediksi itu benar-benar terjadi awal tahun ini.

Meski jembatan belum putus, tetapi tiang pancang jembatan bergeser. Akibatnya, badan jembatan pun rusak. Konstruksi jembatan juga miring setelah penahannya ambles. “Akhirnya sekarang ditutup total,” lanjut pria yang juga Ketua DPC PDIP Nganjuk itu.

Lebih jauh Tatit mendukung penutupan jembatan yang rusak tersebut. Sebab, jika dibiarkan akan membahayakan masyarakat yang tetap nekat melewatinya. Meski demikian, Tatit berharap jembatan yang fungsinya sudah digantikan jembatan baru itu bisa dibuka lagi setelah diperbaiki.

Sebab, meski sudah ada jembatan pengganti, jembatan yang jadi saksi perjuangan warga Kertosono melawan penjajah itu masih dibutuhkan warga. Terutama, warga Desa Pelem dengan Mengkreng. Selain pengendara sepeda motor dan pesepeda, banyak warga yang berjalan kaki melewati jembatan itu untuk menuju tempat terdekat.

Dengan ditutupnya jembatan itu, Tatit mengaku sudah mendapat keluhan dari warga yang harus memutar hingga beberapa kilo meter. Atas pertimbangan itu pula, Komisi III DPRD Nganjuk bersama dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) berencana konsultasi ke pemerintah pusat dan pemprov. “Rencananya konsultasi bulan ini,” terang Tatit. 

Dewan dan pemkab, kata Tatit, akan meminta pemerintah pusat dan pemprov mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jembatan lama. “Kami coba dulu. Apakah nanti berhasil atau tidak, urusan belakang,” tegasnya.

Secara kasat mata, Tatit menilai, kondisi jembatan lama Kertosono memang sudah parah. Karena itulah, kecil kemungkinan jika hanya direnovasi. “Sepertinya harus dibangun yang ulang. Tapi kita perlu melihat kajian teknisnya,” imbuh Tatit.

Jika dipaksa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) II, menurut Tatit pemkab tidak memiliki anggaran yang cukup. Lagi pula, jembatan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia