Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

PLN Lakukan Pemetaan Kampung tanpa Listrik

29 Januari 2018, 16: 41: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

kampung tanpa listrik damarwulan

BELUM TERLAYANI: Wilayah lingkungan Damarwulan yang saat ini belum mendapat aliran listrik PLN. (M FIKRI ZULFIKAR - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Keberadaan kampung tanpa listrik di Lingkungan Damarwulan, Dusun Laharpang, Desa/Kecamatan Puncu akhirnya sampai ke telinga PLN Area Kediri. Namun belum bisa dipastikan apakah kawasan tanpa listrik tersebut masuk area layanan PLN Area Kediri atau wilayah lainnya.

Manajer PLN Area Kediri Abdullah membenarkan bahwa pihaknya sudah mendengar adanya pemukiman tanpa listrik tersebut. Hanya, harus dilakukan pemetaan wilayah terlebih dulu. “Melihat wilayahnya di Puncu, secara fisik lebih dekat dengan PLN UPJ Ngoro (Jombang, Red) yang wilayahnya ikut PLN Area Mojokerto,” kata Abdullah kepada wartawan koran ini.

Dari hasil pemetaan, kata Abdullah, kampung di dalam perkebunan tersebut masuk dalam area perkebunan PTPN XII yang secara administrasi masuk wilayah Dusun Laharpang RT 01 RW 02. Namun PLN Area Kediri masih harus berkoordinasi lebih lanjut mengenai pelayanan daerah tersebut dengan PLN Area Mojokerto.

Ini mengingat di sebagian wilayah Kabupaten Kediri wilayah utara masuk layanan area Mojokerto. Misalnya Kecamatan Kandangan hingga Kecamatan Badas yang masuk ke wilayah pelayanan UPJ Ngoro. “Kami sudah cek dan tinggal melaporkan untuk pertimbangan Mojokerto,” sambung Abdullah.

Kendati demikian, ada beberapa catatan. Di antaranya adalah terkait status wilayah Damarwulan yang secara definitif masuk Hak Guna Usaha (HGU) PTPN XII yang akan berakhir pada tahun 2020. Abdullah perlu memastikan jangan sampai nantinya 19 kepala keluarga (KK) yang ada di area itu harus pindah saat HGU-nya telah habis. “Jangan sampai nanti sudah kami bangunkan jaringan listriknya, tapi penduduknya malah harus pindah,” tandas Abdullah seraya mengatakan bahwa perlu dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Untuk diketahui, di kampung Damarwulan terdapat sekitar 19 KK yang rumahnya belum teraliri listrik. Padahal, kampung tersebut sudah lebih dari 30 tahun berdiri. Saat ini, penduduk masih mengandalkan generator kincir air untuk kebutuhan listrik sehari-hari.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia