Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Ini Alasan UB Buka Nilai Seleksi Perangkat Desa

28 Januari 2018, 20: 41: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

seleksi perangkat desa - radar kediri

TERBUKA: Tim PP Otoda UB Malang menyerahkan berita acara nilai ujian perangkat desa ke tim seleksi desa di convention hall Simpang Lima Gumul. (PUSPITORINI DIAN - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN– Universitas Brawijaya (UB) Malang membuka detail nilai ujian seleksi perangkat desa. Nilai tersebut diserahkan dalam berita acara langsung ke tim seleksi tingkat desa, Jumat (26/1). Peserta yang ingin mengetahui nilai ujiannya pun bisa langsung mengecek datanya ke panitia seleksi tingkat desa.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebut, penyerahan berita acara dilakukan di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) mulai pukul 13.00. Setiap tim seleksi desa mengambil langsung dari tim panitia seleksi dari tim Pusat Pengembangan Otonomi Daerah Universitas Brawijaya (PP Otoda UB).

Ada tiga berita acara yang diterima oleh tim panitia seleksi. Berita acara itu diserahkan ke tim seleksi perangkat desa, kepala desa, dan untuk lampiran rekomendasi usulan ke camat. “Sebenarnya berita acara ini diberikan saat pengumuman (Kamis, 25/1) tapi waktunya tidak mencukupi,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri Satirin. 

Memang, saat pengumuman, penyelesaian koreksi hasil ujian harus dilakukan dengan cepat sebab dibatasi waktunya sebelum pukul 24.00. Sehingga tim seleksi PP Otoda UB tidak sempat membuat berita acara yang detail. Akhirnya, data baru diserahkan Jumat.

Setiap tim seleksi desa mendapatkan rincian hasil ujian yang sebelumnya diterima. Rinciannya berupa nilai per item tes. Yaitu ujian tulis materi lainnya yang terdiri atas pendidikan agama, matematika, Pancasila dan UUD 1945, bahasa Indonesia, dan pengetahuan umum. Selain itu juga diumumkan detail psikotes dan ujian komputer. 

Tidak hanya hasil ujian per item, juga terlihat sistem pembobotannya. Yakni ujian materi lainnya sebesar 30 persen, psikotes 40 persen, dan praktik komputer 30 persen. Hasilnya kemudian dijumlahkan. Angka terakhir inilah yang kemudian diumumkan.

Satirin mengatakan, seluruh berita acara diserahkan ke tim seleksi desa. Selanjutnya hal itu menjadi dasar untuk pengajuan rekomendasi ke camat. Batas waktu penyampaian rekomendasi adalah Senin (29/1). Targetnya, proses pengajuan rekomendasi ke bupati bisa selesai Rabu (1/2) dan nama-nama perangkat desa sudah bisa dilantik Kamis (2/2).

Satirin kembali menegaskan bahwa pemberian rekomendasi menjadi hak dari camat berdasarkan hasil konsultasi dengan kepala desa. Hanya saja, Satirin meminta, agar camat dan kepala desa memerhatikan hasil peringkat seleksi perangkat yang sudah dilakukan. Yaitu mengajukan peringkat teratas. Jika ternyata ada perubahan, wajib menyertakan alasan yang tepat. Misalnya apakah yang peringkat teratas itu telah mengundurkan diri atau alasan lainnya.

Untuk diketahui, proses seleksi perangkat desa Kabupaten Kediri telah tuntas. Saat ini, prosesnya menunggu rekomendasi yang akan diajukan camat ke bupati. Total ada 736 orang.

Namun, saat proses seleksi yang digelar Kamis (26/1), sebanyak enam orang mengundurkan diri. Para peserta itu mengisi 143 posisi perangkat desa yang lowong. Paling banyak peminatnya posisi sekretaris desa (sekdes). Pelamarnya 253 orang. Padahal, kursi yang tersedia hanya 36 posisi. Sedangkan paling sedikit posisi kasi kesejahteraan. Hanya 19 orang yang akan berebut 9 posisi.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia