Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Features
DESA DAMARWULAN, KECAMATAN KEPUNG

Bangun Jalan Antar Dusun hingga JUT

23 Januari 2018, 17: 15: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

LEBIH LEBAR: Jalan yang rencananya akan dilebarkan untuk JUT.

LEBIH LEBAR: Jalan yang rencananya akan dilebarkan untuk JUT. (M. FIKRI ZULFIKAR - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

Selain mengembangkan BUMDes, target Desa Damarwulan, Kecamatan Kepun tahun ini adalah pembangunan akses jalan. Khususnya jalan penghubung antar dusun dan juga jalan usaha tani (JUT).

Dengan pembangunan akses jalan tersebut diharapkan perekonomian warga Damarwulan yang mayoritas petani bisa meningkat sehingga memengaruhi kesejahteraan mereka.

Kepala Desa Damarwulan Suripto menerangkan jalan yang akan dibangun adalah jalan sepanjang 600 meter penghubung Dusun Kemiran dengan Bulurejo.

Saat ini jalan tersebut berupa persawahan selebar satu meter. Yang saat ini hanya bisa dilewati kendaraan bermotor dan jalannya masih jalan tanah. “Akan kita bangun lebarnya menjadi empat meter dan kita aspal agar bisa dilewati mobil,” terangnya.

Suripto menerangkan bahwa jalan selebar satu meter tersebut juga akan dinormalisasi. Karena di dalam peta zaman Belanda, jalan desa tersebut memiliki lebar 4 meter.

Namun saat ini, tiga meter di samping jalan tersebut sudah menjadi sawah. “Ini yang akan kita koordinasikan dengan para petani yang sawahnya terlewati jalan itu. Untuk memudahkan proses normalisasi nanti,” ungkap kades kelahiran 22 Agustus 1960.

Selain tahun ini akan menormalisasi jalan. Di tengah jalan antar dusun tersebut juga terdapat jalan bekas lori kereta yang melintas. Bekas jalur lori akan dimanfaatkan dengan baik dan digunakan sebagai JUT yang nantinya mempermudah para petani. Tujuannya memudahkan saat membawa panen. Karena JUT tersebut bermuara ke jalan besar Jalan Raya Pare-Kandangan. “Dengan akses yang mudah ini, kita berharap bisa meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya angkut para petani,” ujar Suripto.

Dia menambahkan bahwa potensi pertanian di desa cukup besar. Hal ini disebabkan karena memang beberapa faktor menguntungkan desanya. Faktor tersebutsalah satunya adalah faktor air yang lancar.

Selain terdapat Sungai Konto, desa ini juga dilewati Kali Sedayu yang juga merupakan anak dari Konto. “Potensi air inilah yang membuat warga kami sekitar 85 persen menjadi petani,” ungkapnya.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia