Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Relokasi Pasar Kertosono Masih Sepi

Deadline Pedagang sampai Seminggu

21 Januari 2018, 21: 15: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

BERES BERES: Beberapa pedagang Pasar Kertosono sedang memperbaiki lapak yang akan dijadikan sebagai tempat berjualan.

BERES BERES: Beberapa pedagang Pasar Kertosono sedang memperbaiki lapak yang akan dijadikan sebagai tempat berjualan. (Rekian - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

NGANJUK - Hari pertama relokasi Pasar Kertosono di Kelurahan Banaran, kemarin masih terlihat sepi. Tidak banyak pedagang yang memindah barangnya di tempat relokasi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk member waktu selama tujuh untuk pindah. Makanya pada Jumat nanti (26/1), semua pedagang wajib meninggalkan pasar lama.

Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk Heni Rochtanti mengatakan, saat ini pedagang diberi kesempatan untuk menata lapaknya masing-masing. Agar seluruh pedagang pindah ke lokasi yang baru, pihaknya juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penertiban.

“Nanti saat semua pedagang pindah, tidak boleh ada pedagang yang berjualan di pasar yang lama,” kata Heni kepada wartawan koran ini. Karenanya, petugas penegak perda itu dilibatkan untuk menertibkan pedagang pasar yang tetap membandel.

Plt Kepala Satpol PP Abdul Wakid mengatakan, selama relokasi berlangsung, pihaknya akan menerjunkan lima anggota untuk standby di pasar yang baru. Penertiban tidak hanya berlaku kepada pedagang yang masih berjualan di pasar lama, tetapi juga menertibkan yang berjualan di tepi jalan. “Di tempat relokasi pedagang juga harus tertib, tidak boleh ada yang jualan dekat jalan,” katanya.

Alasan penertiban di tepi jalan itu agar tidak terjadi kemacetan. Sebab saat semua pedagang sudah pindah ke lokasi yang baru, diprediksi lokasi pasar akan ramai dan jalan menjadi sempit. Untuk itu, satpol PP juga merangkul pemuda desa untuk menjaga tempat parkir bagi pembeli yang akan berbelanja. “Pemuda desa dan kelurahan kita libatkan,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, sejak kemarin pagi pedagang mulai berbondong-bondong mendatangi lokasi pasar yang baru. Beberapa pedagang makanan sudah ada yang langsung berjualan. Tidak sedikit pula pedagang yang sedang memperbaiki lapak agar lebih nyaman ditempati. Ada yang menambah lantai dengan semen, ada juga yang memagari lapaknya menggunakan bambu.

Kartini, 51, penjual gerabah mengaku, siap untuk berjualan. Semua barang sudah dibawa ke tempat relokasi. Mulai dari cobek, kipas dari anyaman bambu dan kerajinan dari bambu. “Barang dagangan tidak saya bawa pulang ke rumah. Lapak tertutup dengan bambu,” katanya.

Sementara pedagang yang lain masih merenovasi tempat yang baru. Kebanyakan pedagang menambah sendiri lapak mereka dengan harapan tempat yang baru bisa lebih nyaman. Terkait dengan penerangan, kemarin siang pemkab sudah memasang lampu agar lokasi pasar tetap terang.

Di pasar lama, para pedagang masih tetap berjualan. Situasinya masih tetap ramai jika dibandingkan dengan tempat relokasi. Heni berharap, pedagang bisa menyelesaikan proses perpindahan dengan cepat. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia