Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Hilang Tiga Hari, Diduga Tenggelam

18 Januari 2018, 09: 30: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

tenggelam - radar kediri

Share this          

PAPAR-Tiga hari menghilang, Ponadi, 40, warga Desa Pehwetan, Papar yang diduga tenggelam di aliran Kali Serinjing masih belum ditemukan. Padahal, puluhan orang tim SAR gabungan sudah dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Langkah tim SAR dimulai kemarin pagi sekitar pukul 07.00. Puluhan personel SAR yang merupakan gabungan dari Basarnas Trenggalek, BPBD Kabupaten Kediri, dan sejumlah komunitas melakukan penyisiran. Tepatnya di sekitar lokasi cek dam di Desa Pehwetan, Papar. "Kita bagi menjadi dua tim. Yang pertama di air dan yang kedua di darat," ujar Komandan Tim SAR yang merupakan personel Basarnas Trenggalek Imam Nahrowi.

Tim SAR yang ada di air melakukan tehnik penyapuan. Atau menyisir aliran sungai secara langsung. Sementara itu tim kedua yang berada di darat melakukan pantauan di area sekitar sungai dan aliran sungai. "Makanya, kita tempatkan tim di sisi kanan dan kiri sungai" ujar Imam.

Meski sungai tidak terlalu dalam, namun arus sungai cukup deras. Selain itu, aliran air juga sangat keruh. Hal itu membuat petugas kesulitan untuk melakukan pelacakan.

Selain itu, banyaknya sampah ranting kayu dan bambu juga semakin mempersulit langkah petugas dalam upaya pencarian. "Karena itu, kita juga tidak bisa menerjunkan perahu karet," ujar Imam. Meski begitu, petugas tidak kehilangan akal, mereka memanfaatkan ban karet bekas milik sejumlah komunitas yang turut melakukan upaya pencarian.

Sementara itu, Ponadi menghilang sejak tiga hari lalu. Tepatnya pada Senin sore sekitar pukul 15.00. Saat itu, ia pamit kepada isterinya hendak merumput. "Ponadi ini memelihara sejumlah kambing di rumahnya," ujar Sugeng, 55, tetangga Ponadi.

Untuk mencari rumput, Ponadi biasa menyeberangi cek dam Kali Sirinjing. "Saya dan warga sini juga biasa menyeberangi cek dam ini. Meskipun di sini tidak ada jembatannya," ujar Sugeng. Diduga saat itu Ponadi terpeleset sehingga terjatuh ke bawah cek dam yang memiliki kedalaman sekitar empat meter.

Dua hari pertama, warga sekitar yang melakukan pencarian. Termasuk Sugeng sendiri. Namun mereka tidak sempat menyisir ke dasar aliran sungai. "Kami hanya mencari di persawahan yang ada di sekitar aliran sungai," ujar Sugeng.

Peristiwa itu pun membuat Sugeng merasa kehilangan. Pasalnya ia mengaku mengenal baik Ponadi sejak lama. "Beliau sering nongkrong sama saya dan orangnya supel," ujar Sugeng.

Meskipun beberapa hari sebelumnya, Ponadi nampak murung, Sugeng pun tidak pernah berpikir jika itu suatu firasat. Sampai akhirnya peristiwa ini terjadi. "Semoga tetangga dekat saya ini cepat ditemukan. Kasihan keluarganya," ujar Sugeng.

Sekitar pukul 17.00 kemarin tim SAR memutuskan untuk menghentikan sementara proses pencarian Ponadi. Penyisiran akan dilanjutkan pagi ini sekitar pukul 07.00. panjang area sungai yang akan disisir maksimal 4-5 kilometer. Rencananya pencarian tersebut akan terus dilakukan hingga satu Minggu ke depan.

(rk/rzl/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia