Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Wah, 3,6 SS Siap Diedarkan

15 Januari 2018, 19: 11: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

sabu-sabu - radar kediri

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Simpan sabu-sabu seberat 3,6 gram, peternak ayam asal Desa Keling, Kecamatan Kepung ini harus meringkuk di tahanan Mapolres Kediri. Tomar, 39, kedapatan menyimpan sabu-sabu saat polisi menggeledah rumahnya pada Sabtu (14/1) malam lalu.

Penangkapan Tomar tersebut bermula dari adanya laporan warga setempat yang mencurigai gerak-gerik kediaman Tomar. Warga sering melihat adanya tamu yang keluar-masuk rumah Tomar dalam keadaan yang sudah teler. “Saat itu warga sudah curiga bahwa Tomar terlibat dalam peredaran narkoba,” kata Kasubag Humas Polres Kediri AKP Mukhlason kepada wartawan koran ini.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim buru sergap (buser) langsung diterjunkan ke sekitar kediaman Tomar. Setelah diintai selama sebulan, petugas pun melihat langsung saat tersangka bertransaksi dengan seorang petugas yang menyamar. “Tak ingin kecolongan kami pun langsung datang dan menggerebek kediaman pelaku," sambung Mukhlason.

Tak tahu jika menjadi target incaran petugas, Tomar tak sempat kabur. Ia pun hanya bisa pasrah saat petugas membekuk dirinya. Polisi lantas menggeledah seisi rumah Tomar dan menemukan beberapa barang bukti. Di antaranya adalah botol minuman yang sudah dimodifikasi menjadi alat hisap sabu. Selain itu, juga ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat 3,62 gram yang dikemas dalam bentuk sepuluh paket.

Petugas yang menggeledah juga sempat mengamankan sebuah posel sebagai barang bukti. "Di dalamnya terdapat bukti transaksi dengan sang bandar," ujar perwira polisi dengan tiga balok di pundaknya itu.

Lebih lanjut Mukhlason menjelaskan, Tomar mengaku jika sabu tersebut dibeli dari seorang kenalannya. Per gram sabu-sabu dibayar dengan uang tunai Rp 1,3 juta. Untuk kepentingan penyelidikan, polisi belum bisa mengungkap identitas sang Bandar.

Kepada petugas, lanjut Mukhlason, Tomar bersikukuh jika narkotika tersebut untuk dikonsumsi pribadi. Namun petugas tak lantas percaya. Apalagi, saat dibekuk ia hampir melayani titipan narkoba dari petugas yang menyamar tersebut.

Akibat perbuatannya Tomar terancam pasal 114 sub pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp 15 miliar.(zl/fa)

(rk/rzl/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia