Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Hujan Deras, Sungai Bodor Meluap

Warga Panik, Bersiap Pindahkan Lansia

08 Januari 2018, 16: 49: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

LUAPAN SUNGAI: Warga meminggirkan satu gelondong kayu yang hanyut terbawa air Sungai Bodor dan Sungai Batembat, kemarin. Sebagian warga menyelamatkan hewan ternaknya, termasuk ayam agar tak hanyut terbawa arus air (foto insert).

LUAPAN SUNGAI: Warga meminggirkan satu gelondong kayu yang hanyut terbawa air Sungai Bodor dan Sungai Batembat, kemarin. Sebagian warga menyelamatkan hewan ternaknya, termasuk ayam agar tak hanyut terbawa arus air (foto insert). (REKIAN - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

NGANJUK - Hujan deras yang terjadi sejak kemarin siang membuat Sungai Bodor dan Sungai Batembat meluap. Akibatnya, sebagian rumah warga di Desa Gampeng, Kecamatan Pace kebanjiran. Debit air yang naik dengan cepat kemarin sore sempat membuat warga panik.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, air dari Sungai Bodor dan Sungai Batembat meluap sekitar pukul 16.30, kemarin. Hanya dalam waktu 15 menit, ketinggian air di lingkungan rumah warga Desa Gampeng, Kecamatan Pace naik menjadi sekitar 10 sentimeter.   

Khawatir debit air terus naik, warga langsung memindahkan ternak mereka. Terutama kambing dan sapi yang diikat di teras rumah warga. Sebagian juga mencari ayam-ayamnya yang sebelumnya dibiarkan bebas di pekarangan. “Dulu   luapannya pernah sampai satu meter,” kata Kasidin, salah satu warga yang rumahnya terdampak banjir.

Selama tiga tahun terakhir, setidaknya lingkungan rumah Kasidin sudah terkena banjir sebanyak lima kali. Karenanya, begitu Sungai Bodor dan Sungai Batembat meluap kemarin, warga langsung panik.

Mereka berusaha menyelamatkan harta bendanya. Saat ada potongan kayu yang terbawa banjir, Kasidin dan tetangganya juga berusaha menepikan kayu tersebut. “Lumayan, bisa untuk kayu bakar,” lanjut Kasidin.

 Setelah semua harta benda diselamatnya, warga langsung bersiaga di teras. Mereka mengamati debit air. Rencananya, jika debit air terus naik mereka akan mengungsikan warga lanjut usia (lansia) lebih dulu.

Melihat debit air yang relatif stabil di ketinggian 15 sentimeter, warga mengaku senang. Apalagi, air belum sampai masuk ke dalam rumah. “Bersyukur air tidak sampai masuk ke dalam rumah,” terang pria yang sebagian rambutnya sudah memutih ini.

Sementara itu, banjir yang terjadi di Desa gampeng, Kecamatan Pace dipantau oleh Agus Wiyanto, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Nganjuk. Agus sengaja berada di lokasi untuk memantau debit air. Sebab, hujan masih turun deras hingga tadi malam. “Saat ini debit air Sungai Bodor terus naik,” kata Agus.

Berdasar pengamatan Agus, selain meluap ke pekarangan warga, mayoritas luapan air Sungai Bodor masuk ke lahan pertanian. Ada hektaran lahan dengan berbagai jenis tanaman yang kemarin sore terendam. “Kami terus bersiaga dan melakukan pengamatan untuk mengantisipasi jika banjir meluas,” terang pria yang kemarin memakai mantel di lokasi banjir itu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia