Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Jalan Sukomoro - Pace Padat Kembali

Warga Khawatir Jalan Beton Rusak Lagi

17 Desember 2017, 18: 27: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

JALUR PENTING: Truk pengangkut aspal melintasi jalan Sukomoro-Pace, kemarin. Sejak dibuka seminggu lalu jalan tersebut kembali dipadati kendaraan.

JALUR PENTING: Truk pengangkut aspal melintasi jalan Sukomoro-Pace, kemarin. Sejak dibuka seminggu lalu jalan tersebut kembali dipadati kendaraan. (Rekian - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

NGANJUK - Jalur Sukomoro-Pace yang baru selesai diperbaiki mulai dipadati arus kendaraan. Selain dilintasi truk material proyek jalan tol dan double track, jalur tersebut juga dimanfaatkan oleh kendaraan pengangkut aspal untuk proyek perbaikan jalan.

Astol, 47, warga Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro mengaku, sejak jalan baru Sukomoro-Pace dibuka sekitar seminggu lalu, baru kemarin arus lalu-lintas mulai ramai. “Iya kalau pagi truk mengangkut tanah paling banyak lewat sini. Padahal jalan yang dibeton agak kecil,” katanya.

Karena baru selesai diperbaiki, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro dengan Desa Kecubung, Kecamatan Pace itu kondisinya masih mulus. Namun jika dilewati kendaraan dengan terus menerus dengan volume besar, menurut Astol, jalan tersebut tidak mampu menahan beban kendaraan. Terutama untuk truk bermuatan material. “Sekarang belum ada yang rusak. Baru dibangun,” ungkapnya.

Hal itu terbukti dengan kondisi jalan beton di Desa Sumengko dengan Desa Kepanjen, Kecamatan Pace. Astol mengatakan, jalan tersebut pernah rusak karena sering dilewati truk material tanag uruk.  “Itu jalannya ada yang pecah-pecah, sekarang malah berlubang,” ucap Astol.

Karena itulah, dia khawatir kondisi jalan yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD tahun 2017 ini juga akan mengalami nasib yang sama.

Apalagi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek jalan tol sudah menyatakan untuk mengejar target selesai 2018, harus ada tambahan alat. Salah satunya adalah dengan menambah armada pengangkut tanah uruk. Kabarnya jumlah kendaraan itu mencapai ratusan truk, termasuk mendatangkan fuso agar bisa memuat angkutan lebih banyak. “Iya memang ada tambahan kendaraan angkutan material,” terang PPK Proyek Tol Nasional Trans Jawa Solo-Kertosono, Indra Rismawansyah.

Beberapa jalan yang dilewati truk bermuatan material ini sudah banyak yang mengalami kerusakan. Apalagi sejak Jalan Sukomoro-Pace ini ditutup, beberapa kendaraan pun memilih jalur pinggiran perkotaan seperti Kelurahan Payaman sampai Kelurahan Mangundikaran. Beberapa jalan sudah banyak yang ambles akibat tak mampu menahan beban truk material.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto meminta, pengemudi truk material tidak melintas di Jalan Sukumoro-Pace yang baru saja diperbaiki tersebut. Meski sebenarnya jalan tersebut bisa menahan beban berat. “Kami berharap pengendara tidak dulu melintas jalan tersebut,” pintanya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia