Kamis, 04 Jun 2020
radarkediri
icon-featured
Events
Jelang Awarding Anugerah Desa 2017 (3)

Dokumen Lengkap, Raih Apresiasi Tinggi

11 Desember 2017, 19: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

ATASI KENAKALAN: Band yang digawangi anak muda dalam karang taruna.

ATASI KENAKALAN: Band yang digawangi anak muda dalam karang taruna. (PUSPITORINI DIAN - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

Meski kategori baru, dua bidang ini juga diminati banyak desa. Yakni inovasi pengelolaan badan usaha milik desa (BUMDes) dan pembinaan anak muda.

Dua kategori ini masuk kategori baru dalam Anugerah Desa 2017. Yaitu Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pembinaan Anak Muda. Keduanya memiliki banyak peminat. Meski akhirnya, hanya desa yang mampu memiliki terobosan yang patut mendapat apresiasi.

Di Kabupaten Kediri, rata-rata badan usaha milik desa (BUMDes) baru benar-benar berjalan tahun ini. Karena itu, saat tim juri berkeliling tidak banyak BUMDes yang sudah menjalankan usahanya. Sebagian besar masih merintis. Memiliki rencana mengembangkan potensi desa sehingga lebih menghasilkan. Lainnya juga berusaha menjadi fasilitas sejumlah usaha yang sudah ada di desa.

Yang jarang dan masih sedikit adalah BUMDes yang sudah berjalan dan telah melewati proses administrasi yang benar. Memiliki dokumen legalitas yang lengkap, dan aset yang terpisah sebagai modal dasar berdirinya BUMDes.

Sebagian besar BUMDes yang ditemui memang masih memiliki masalah legalitas. Mulai status dari BUMDes, kepemilikan aset, proses penentuan pengurus, hingga sejumlah persyaratan lain. Yang sempat ditemui adalah desa yang memiliki BUMDes dengan klaim memberikan keuntungan besar ke desa tetapi tidak memiliki aset. Tanah yang ditempati untuk bangunan pun masih menjadi aset desa.

Usaha yang dipilih pun biasanya tidak didasari perencanaan yang menyeluruh. Khususnya disesuaikan dengan RPJMDesa.  Pilihan usaha pun biasanya hanya berdasarkan potensi usaha yang sudah ada. Sehingga, akhirnya kurang mengena dan maksimal.

Mungkin bisa dibandingkan dengan pilihan Kades Junaedy Mulyono dari Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.  Demi mengangkat kemiskinan warganya, Junaedy melakukan survei bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Hasilnya, Junaedy memahami kalau warganya miskin karena terjerat utang rentenir. Karena itu, usaha pertama yang dibukanya melalui BUMDes adalah unit simpan pinjam. Utang rentenir lalu dibayarnya, warga pun cukup membayar cicilan dengan biaya sangat ringan.

Tak berhenti di situ, dia memikirkan langkah selanjutnya setelah warganya tidak terjerat utang rentenir. Yaitu usaha baru sehingga warga tidak lagi perlu berutang. Akhirnya hadir wisata Umbul Ponggok dan unit-unit usaha lainnya. Sampai saat ini, BUMDes desa ini telah mampu menghasilkan Rp 10 miliar setahun. Angka ini masih terus bertambah tiap tahunnya. Dari pendapatan tersebut, sebanyak 10 persen masuk menjadi pendapatan asli daerah (PAD) yaitu sebanyak Rp 1 miliar.

Dari pendapatan itu, sejumlah fasilitas yang sangat menguntungkan warga.

Lantas bagaimana dengan satu kategori baru lainnya yaitu pembinaan anak muda? Kategori ini muncul sebagai wujud apresiasi kepada desa yang memberikan wadah bagi anak muda untuk terjun ke lapangan dan membantu masyarakat.

Yang dimaksud memberi wadah ini adalah memberikan kesempatan anak muda seluas-luasnya tanpa perlu mendominasi dan campur tangan berlebihan. Anak muda bebas berkreasi  melalui wadah karang taruna. Mulai membantu memberikan pendidikan nonformal, les tambahan, mengelola bank sampah hingga sengaja membuat band sebagai wadah menyalurkan hobi.

Pilihan wadah pembinaan anak muda ini memang menjadi kewenangan desa dengan memperhatikan keinginan dari anak muda itu sendiri. Kian keren ketika semua program-program ini telah terstruktur dengan baik. Mulai kepengurusan, penggunaan aset hingga kelengkapan lain.

Meski menjadi kategori baru, untuk pembinaan anak muda ini cukup memiliki banyak peminat. Semoga ini menjadi tren baru pentingnya anak muda dilibatkan dalam setiap kegiatan memajukan desa. (dea/bersambung)  

sambungan: Bebas Berkreasi di Wadah Karang Taruna  //

(rk/die/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia