Jumat, 05 Jun 2020
radarkediri
icon-featured
Events
Jelang Awarding Anugerah Desa 2017 (1)

Online tetapi Masih Terbatas

11 Desember 2017, 14: 09: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

TRANSPARAN: Pegawai desa mengerjakan laporan keuangan dengan siskeudes.

TRANSPARAN: Pegawai desa mengerjakan laporan keuangan dengan siskeudes. (YAYI FATEKA - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

Dua kategori ini sebenarnya adalah bentuk pelayanan dasar dari setiap desa. Yaitu layanan administrasi masyarakat dan administrasi keuangan. Bentuk transparan dan akuntabel menjadi poin penilaian penting.

Pelayanan publik sebenarnya menjadi pelayanan dasar dari desa. Apalagi untuk urusan pelayanan administrasi. Sayangnya, berbeda dengan tahun lalu, ternyata tak banyak desa yang memasukkan program unggulannya dalam kategori ini.

Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah karena desa sudah menganggap layanan ini hal biasa sehingga tidak perlu ada terobosan atau inovasi. Atau mungkin desa menganggap layanan ini masih belum penting sehingga hanya menjalani yang ada saja. Sungguh disayangkan karena pelayanan publik adalah pelayanan dasar yang harusnya menjadi perhatian utama dari desa.

Sedikitnya desa yang memasukkan layanan administrasi ke program inovatif membuat juri harus pintar memilah mana desa yang benar-benar memberikan terobosan layanan. Tahun ini, desa memilih layanan online menjadi salah satu cara terobosan untuk melayani masyarakat. Seperti di salah satu di Kecamatan Kepung, memberikan layanan online untuk warga desanya. Meski layanan online itu masih sangat terbatas.

Dari belasan layanan administrasi yang dilakukan oleh desa, baru empat layanan yang bisa dilayani. Itu pun tidak banyak masyarakat yang memanfaatkan. Setidaknya hanya sekitar 10 persen yang memanfaatkan. Warga, apalagi yang tinggal di desa lebih menyukai datang langsung ke desa dan bertatap muka dengan perangkat desa saat mengurus surat-suratnya.

Sementara mereka yang mengurus lewat online biasanya adalah anak muda yang melek gadget atau mereka yang berada di luar kota. Itu pun, ternyata sering hanya mengirim formulir tanpa ditindaklanjuti. Padahal, sebenarnya, dengan menggunakan online ini, berhasil menghemat tahapan pengecekan administrasi hingga tiga tahapan. Meski begitu, semestinya desa juga memperlakukan pemotongan tahapan pengurusan administrasi. Sehingga, mengurus administrasi ke desa semestinya singkat, cepat tetapi tetap akurat. Paling penting adalah bagaimana membangun sistem agar layanan bisa lebih maksimal. Selain itu, tentu saja diperlukannya sosialisasi lebih maksimal ke warga masyarakat tentang layanan online sehingga terobosan layanan ini memang dirasakan manfaatnya.

Jika layanan administrasi masyarakat ini masuk menjadi kategori lama, maka administrasi keuangan menjadi kategori yang baru diadakan di tahun ini. Dasarnya karena saat ini dengan dana yang besar yang diterima oleh desa, sudah selayaknya kalau transparansi penggunaan keuangan menjadi poin penting yang harus dimiliki desa.

Karena yang dinilai adalah inovasi, maka desa yang berani membuat terobosan dalam pelaporan penggunaan keuangan inilah yang patut mendapat apresiasi. Dan terbukti, hanya sedikit desa yang ‘berani’ memiliki kategori ini untuk diadu dalam Anugerah Desa.

Sistem keuangan desa (Siskeudes) menjadi pilihan terbanyak dalam terobosan dalam administrasi keuangan. Padahal, penilaian tidak hanya berkutat pada siskeudes, melainkan sudah dimulai dari awal penyusunan dan perencanaan. Apakah benar-benar melibatkan warga atau tidak. Apakah sistemnya benar-benar transparan dan akuntabel atau tidak. Seluruhnya akan terlihat dari kesiapan desa dalam memiliki dokumen-dokumen pendukung.

Bentuk transparansi inilah yang akhirnya menggambarkan pelaksanaan pembangunan memang menjadi apresiasi warga. Selain itu setiap proses pembangunan yang dilakukan pemerintah desa akan bisa terpantau warga. Inilah yang sebenarnya menjadi hasil akhir yang diinginkan dari bentuk transparansi administrasi keuangan desa. Sementara penggunaan siskeudes yang lancar, konsisten dan tertib menjadi nilai plus tersendiri. Lantas, desa mana yang berhasil menyandang gelar terbaik dari dua kategori ini? Hanya bisa disaksikan dalam Awarding Anugerah Desa yang digelar 12 Desember nanti.

(rk/die/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia