Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Oplos Tabung Gas, Dua Warga Kediri Dibekuk

24 Oktober 2017, 18: 11: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

pengoplos gas - radar kediri

TERCIDUK: Dua pelaku pengoplos gas diamankan polisi. (YAYI FATEKA - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KOTA– Kapolsek Kediri Kota Kompol Sucipto beserta jajarannya meringkus dua pengoplos elpiji bersubsidi kemarin (23/10). Awalnya petugas mengamankan Winarto, 47, di Jalan Padangpadi, kemudian Septian Danar Pambudi, 23, di Jalan Mangga, Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Keduanya diamankan karena telah menjual tabung gas bersubsidi menjadi tabung tak bersubsidi.

Sucipto mengatakan hal ini berawal dari informasi masyarakat. “Kami mendapat informasi di tempat tersebut ada kegiatan pengoplosan gas elpiji,” terang Sucipto.

Informasi tersebut kemudian dikembangkan dan dilakukan penyelidikan. Setelah dipastikan laporan tersbeut benar, petugas langsung mendatangi rumah keduanya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, petugas mendatangi rumah Winarto. Dari rumah tersebut, petugas menemukan puluhan tabung gas baik ukuran 12kg (warna biru) maupun 3 kg (warna hijau dan bersubsidi). “Dari rumah tersangka W, kami mengamankan 15 tabung gas ukuran besar dan 50 tabung ukuran kecil yang bersubsidi,” ungkap Sucipto.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan selang, dua buah regulator, dan juga es batu dan bak air yang digunakan sebagai alat untuk memindah gas tersebut.

Setelah memeriksa Winarto, petugas mengembangkannya dan sekitar pukul 13.00 WIB petugas berhasil mengamankan Danar di rumahnya. Dari rumah tersebut petugas mengamankan 6 tabung 12 kg dan 62 tabung ukuran 3 kg, juga alat-alat yang ia gunakan untuk mengoplos gas.

Kepada petugas, keduanya mengaku membeli gas bersubsidi dengan harga Rp 16 ribu per tabungnya (tabung 3 kg). Kemudian memasukkannya ke tabung gas non subsidi (12kg). Satu tabung besar berisi gas dari empat tabung kecil.

Jika dikalikan empat tabung kecil adalah Rp 64 ribu. Namun setelah menjadi tabungn besar dijual seharga Rp 135 ribu. “Sehingga keuntungan dari kegiatan ini bisa sampai seratus persen,” lanjut Sucipto.

Salah satu tersangka, Danar, mengaku telah melakukan kegiatan ini selama dua bulan terakhir, sedangkan Winarto sejak enam bulan lalu. Danar mengaku ia tau cara mengoplos dari internet.

Pengoplosan dilakukan menggunakan selang gas biasa, yang disambungkan regulator di setiap ujungnya. Kemudian mulai memindah gas dari tabung kecil ke besar. Karena pada saat menerima gas tabung besar bersuhu panas, maka keduanya merendang tabung gas besar di sebuah bak air dan mengisinya dengan es batu agar dingin.

Gas-gas ini kemudian dijual atau disebar ke penjual-penjual lain seperti toko kelontong ataupun ke rumah makan. Karena perbuatannya ini, keduanya diancam dengan Pasal 53 UURI no 22 tahun 2001 tentang Migas. “Ancaman hukumannya maksimal lima tahun,” pungkas Sucipto.

(rk/yi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia