Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal
Mitos dan Klenik

Darahnya Bisa untuk Pelet

Kukang, Jadi Target Buruan

22 Oktober 2017, 15: 02: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI: NAKULA AGI S

ILUSTRASI: NAKULA AGI S

Share this          

Nyaris semua bagian kukang ini bisa laku. Orang berburu minyaknya untuk ilmu pengasihan. Tulang tangannya untuk menghancurkan bisnis orang lain. Setidaknya itulah yang dipercaya orang-orang. Membuat pasar gelap hewan dilindungi ini masih laris manis.

Alasan klenik itulah yang membuat perburuan jenis primata ini tak sekadar untuk hewan peliharaan. Lebih dari itu, kukang hasil buruan itu ‘dimaksimalkan’ untuk berbagai keperluan. Apakah itu minyak yang dihasilkan dari organ-organ tubuh. Atau bahkan tulang-belulangnya.

“Ini minyaknya. Kalau masih kurang stoknya masih banyak di rumah,” kata Or, seorang pedagang kukang yang biasa beroperasi di lewat akun facebook, menawari Jawa Pos Radar Kediri.

Sebelumnya, menemui Or bukan perkara gampang. Lebih dulu harus menelusuri akun-akun jual-beli kukang di facebook. Setelah nyambung agak lama baru bisa menemui lelaki asal Kecamatan Ngasem ini. Tidak langsung di rumahnya. Tapi transaksinya berlangsung di dekat monumen Simpang Lima Gumul (SLG).

Harga minyak olahan dari kukang itu relatif mahal. Satu botol ukuran 250 mililiter harnya Rp 100 ribu.

Jawa Pos Radar Kediri pun menyatakan ingin beli lebih banyak. Juga ingin melihat jenis yang lain. Karena itu Or mengajak ke rumahnya. Tak terlalu jauh dari lokasi pertemuan. Hanya sepuluh menit.

Di halaman rumah penjual kukang itu sesak oleh mobil-mobilan bertenaga baterai. Juga di ruang tamu. Maklum, ternyata Or juga punya ‘kerja sambilan’. Selain berdagang kukang dia menyewakan mobil-mobilan itu di area Monumen SLG.

Sambil menunjukkan berbagai macam minyak olahan dari kukang, dia bercerita bahwa barang jualannya sangat laku. Banyak dibeli karena dipercaya untuk ilmu pellet dan pengasihan. Konsumennya banyak yang suka karena dibumbui dengan beragam aroma. Ada jakfaron, misik, kebowulu, dan rambut sejagat.

Bagaimana mengeluarkan minyak dari tubuh kukang? Or menyebut harus diproses terlebih dulu. Minyak itu terbuat dari campuran darah dan empedu kukang. Ditambahi dengan potongan kulit dan bulunya.

“Ini asli darahnya,” tunjuk Or pada cairan kental berwarna merah di satu wadah.

Mungkin karena sudah memercayai Jawa Pos Radar Kediri, Or tak ragu membuka cerita pembuatan minyak kukang yang katanya punya kemampuan klenik itu. Potongan empedu yang bercampur darah itu kemudian dimasukkan ke tabung plastik. Setelah itu dikocok-kocok sekitar 15 menit. Setelah empedu hancur, keduanya menjadi minyak.

Tak hanya minyak dari campuran darah dan empedu itu yang laku. Bagian tubuh lainnya pun laris manis. Menurut Or, tulang tangan si kukang juga laku. Fungsinya bahkan menakutkan. Digunakan oleh orang yang ingin menghancurkan bisnis saingannya. Untuk tulang seperti itu harganya bervariasi. Mulai Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta.

Namun, dari sekian barang jualannya itu, yang terlaris adalah minyak berukuran 250 mililiter itu. Sehari dia bisa mendapatkan omzet Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta.

Lalu, dari mana dia mendapatkan hewan yang dilindungi itu? Or mengaku mendapatkan kukang itu dari Cileungsi, Jawa Barat. Caranya oder via online. Begitu mendapatkan kukang yang masih hidup dia kemudian menyembelihnya. “Saya kuliti sendiri. Gampang itu,” aku pria dengan rambut panjang sebahu ini.

Bukankah di sekitar Kediri juga banyak pemburu yang menjualnya?  Ditanya seperti itu Or mengelak. Dia mengaku tak pernah membeli dari pemburu lokal.

(rk/noe/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia