Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Tunggu Moratorium Berakhir

Sudah Layak Dinegerikan

16 Oktober 2017, 14: 08: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

PRASASTI: Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menggoreskan tanda tangan di prasasti saat meresmikan gedung baru Poltek Kediri di Jalan Lingkar Maskumambang, kemarin.

PRASASTI: Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menggoreskan tanda tangan di prasasti saat meresmikan gedung baru Poltek Kediri di Jalan Lingkar Maskumambang, kemarin. (Dina Rosyida - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

Berita Terkait

KEDIRI KOTA - Keinginan warga Kota Kediri yang ingin memiliki politeknik (poltek) berstatus negeri, sepertinya, masih harus tertunda. Mereka harus bersabar karena proses menjadikan Poltek Kediri menjadi negeri, untuk sementara, terkendala kebijakan moratorium yang dilakukan pemerintah. Saat ini Pemerintah Pusat masih melakukan moratorium untuk menegerikan perguruan tinggi se-Indonesia.

“Belum diketahui kapan moratorium berakhir,” terang Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kepada para wartawan kemarin.

Menurut Patdono sebenarnya moratorium sudah dilakukan sejak 2010. Moratorium terjadi karena banyak dosen dari PT negeri baru meminta kejelasan status. Para dosen tersebut sampai melakukan unjuk rasa ke kementerian.

“Kemungkinan proses alih status bisa kembali dilakukan jika masalahnya sudah selesai,” tambahnya saat ditemui di sela-sela peresmian gedung Kampus II Poltek Kediri di Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto.

Sebenarnya, Patdono menilai Poltek Kediri sudah sangat siap untuk dinegerikan. Hal itu dilihat dari fasilitas gedung maupun luasan kampus yang mencapai 10 hektare. Juga jumlah dosen sudah mencukupi. Serta minat yang besar dari masyarakat.

“Sudah sangat layak untuk dinegerikan, sebenarnya,” nilainya.

Patdono pun memberikan opsi yang bisa diambil Poltek Kediri sembari menunggu berakhirnya moratorium. Salah satunya adalah melakukan kerjasama dengan PTN yang sudah mapan atau menyelenggarakan program studi di luar kampus utama (PSDKU). Opsi menginduk ke PTN itu dilakukan hingga pengalihan status bisa dilakukan dan Poltek Kediri sudah siap.

Terlepas dari itu semua, Patdono sangat berterimakasih atas upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dalam membantu memfasilitasi keberadaan Poltek Kediri. Baik dari segi penyediaan lahan hingga pembangunan gedung baru.

Upaya yang dilakukan Pemkot tersebut sejalan dengan misi Kemenristekdikti dalam menggenjot jumlah pendidikan vokasi di Indonesia. Pasalnya saat ini lulusan poltek jauh lebih rendah dibandingkan para sarjana. Hanya sekitar lima persen saja.

Padahal di negara-negara maju jumlah lulusan vokasi mencapai 80 persen. Sehingga mereka yang bisa langsung masuk ke dunia industry. Serta menerapkan ilmu yang sudah mereka gali selama di bangku perkuliahan.

“Angka tenaga terampil melalui pendidikan vokasi inilah yang sedang kami tingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya,” beber Patdono.

Dengan melihat potensi Poltek Kediri yang semakin berkembang, alumnus SMPN 4 Kediri tersebut berharap manajemen Poltek Kediri terus melakukan perbaikan sistem pengajaran dan kualitas pengajarnya. Sehingga lulusannya nantinya benar-benar ahli di bidang yang digelutinya.

“Kami sedang melakukan revitalisasi pendidikan vokasi. Harapannya Poltek Kediri bisa segera menerapkannya demi kualitas lulusan yang semakin baik,” pungkasnya.

(rk/dna/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia