Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 71

Menunggu Waktu untuk Disingkirkan

04 Oktober 2017, 11: 52: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

Menunggu Waktu untuk Disingkirkan

Share this          

“Di tengah hiruk kemenangan, bahkan Dyah Halayudha pun lupa terhadap satu orang yang lolos dari Kematian: Ra Semi”

49.Api Membara di bawah Reruntuhan

          Embun dingin berjatuhan di tengah jeritan margasatwa dan kicau burung-burung menyambut kemunculan matahari pagi. Tunas tetumbuhan tegak di antara bongkahan tanah menyongsong kehidupan di tengah batang pohon yang lapuk dimakan waktu. Kegembiraan pagi meninggalkan kemuraman malam.

          Di tengah hingar pergantian tatanan pemerintahan baru Wilwatikta yang mengedepankan perubahan berwujud pembaharuan yang berpihak kepada golongan muda, terpercik api kecemasan yang membara di setiap hati para nayaka tua yang menunggu waktu tepat untuk disingkirkan.

Sementara pasang naik golongan muda yang menikmati kekuasaan baru, melenakan mereka dari kewaspadaan untuk mengawasi sisa-sisa dari bara api yang menyala di bawah reruntuhan peristiwa Lamajang yang mengubur riwayat Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi. Di tengah hiruk kemenangan, bahkan Dyah Halayudha pun lupa terhadap satu orang yang lolos dari Kematian: Ra Semi.

          Sampai bala pasukan Majapahit kembali dengan kemenangan ke kutaraja, Ra Semi tidak dapat ditemukan. Pengalasan Wineh Sukha yang mengabdi semenjak Sri Prabhu Kertanagara itu lenyap seperti ditelan bumi dan dengan cepat dilupakan oleh mereka yang mabuk Kemenangan.

Menurut kabar yang menebar di kalangan telik-sandhi: sepekan setelah peristiwa kebinasaan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi, Ra Semi tiba-tiba muncul di Tumapel menemui Sang Citralekhadanda i Tumapel Pu Mada yang baru kembali dari Lamajang.

Dengan segala kebingungan dan keputus-asaan, Ra Semi menuturkan bagaimana ia berhasil lolos dari sergapan malapetaka yang menimpa kawan-kawannya yang tewas mengenaskan di Lamajang dengan tuduhan sebagai pemberontak yang berkhianat kepada Paduka Yang Mulia Sri Maharaja Jayanagara.

          “Sungguh, tidak satu pun di antara kami yang menduga, “ kata Ra Semi menampar keningnya sendiri dengan keras,”Paduka Yang Mulia Sri Maharaja memimpin sendiri bala pasukan Wilwatikta untuk menghancurkan Lamajang dengan tuduhan memberontak.

Bagaimana mungkin, Paduka Yang Mulia Sri Maharaja  menuduh Yang Mulia Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi berkhianat? Bagaimana mungkin  Paduka Yang Mulia Sri Baginda mempercayai hasutan makhluk berlidah ular yang sudah termasyhur kelicikan dan kejahatannya?” (bersambung)  

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia