Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 70

Mengisi Jabatan Penting Kerajaan

03 Oktober 2017, 12: 15: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI: NAKULA AGI SADA

ILUSTRASI: NAKULA AGI SADA

Share this          

“Hanya ksatria yang tulus tan pamrih dalam mengabdi yang dapat dipercaya menjadi abdi maharaja”

Keberhasilan mempengaruhi maharaja membelah Lamajang Tigang Juru menjadi empat wilayah yang masing-masing dipimpin oleh Jurupati sendiri yang tunduk di bawah daulat Maharaja Wilwatikta, tidak membuat Dyah Halayudha berpuas diri.

Dengan dalih untuk memperkuat kedudukan maharaja dengan dukungan abdi kerajaan yang setia, hendaknya dipilih para ksatria unggul yang memiliki keikhlasan brahmana dalam mengabdikan diri kepada maharaja.

Hanya ksatria yang tulus tan pamrih dalam mengabdi yang dapat dipercaya menjadi abdi maharaja. Sementara, akibat kehendak dewata, ksatria yang tulus tan pamrih dalam mengabdi adalah ksatria-ksatria muda teruna yang dapat memahami makna kebesaran dalam perubahan.

“Paduka yang sedang mendaki puncak Kebesaran, lebih membutuhkan hamba muda teruna seperti Pu Mada daripada orang-orang tua yang tinggal menunggu Kematian,” kata Dyah Halayudha mempengaruhi maharaja dengan memuji Mada yang sangat dibencinya.

Setelah menyampaikan berbagai pandangan dengan sanjungan dan pujian yang membuat maharaja terlena, dengan jaminan bahwa para ksatria yang diajukannya  untuk dipilih maharaja tidak akan berkhianat seperti Maharapatih Mangkubhumi Arya Nambi dan kawan-kawan, Dyah Halayudha mengajukan sejumlah nama untuk mengisi jabatan-jabatan penting di kerajaan terutama jabatan mahamenteri katrini, mapasangguhan dan panca tandha seperti Mahapatih, Demung, Rangga, Kanuruhan, Tumenggung yang dekat dengan maharaja.

Di bawah pengaruh Dyah Halayudha, perubahan struktur Negara dan pemerintahan setelah peristiwa Lamajang pun disusun dan ditetapkan oleh Sri Maharaja Jayanagara sebagai berikut:

Jabatan Mahamentri Katrini yang meliputi Rakryan Menteri i Hino dijabat oleh Dyah Sri Rangganata, Rakyan Menteri i Halu dijabat Dyah Kameswara dan Rakyan Menteri i Sirikan dijabat Dyah Wiswanata.

Jabatan Panca Tandha Wilwatikta seperti Rakyan Mahpatih Wilwatikta dijabat oleh Dyah Halayudha, Rakyan Demung Wilwatikta dijabat Pu Samaya, Rakyan Kanuruhan Wilwatikta dijabat  Pu Anekakan, Rakyan Rangga Wilwatikta dijabat Pu Jalu, dan Rakyan Tumenggung Wilwatikta dijabat oleh Pu Wahyu.

Jabatan tinggi Wreddha Menteri yang dijabat oleh Sang Arya Patipati Pu Kapat – pejabat setiawan yang memperoleh anugerah tanah dari Sri Maharaja Kertarajasa Jayawarddhana – ditempatkan sederajat dengan jabatan para tandha rakryan ring pakirakiran makabehan, yaitu di bawah kedudukan Mahpati Wilwatikta.(bersambung) 

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia