Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features
Festival Kelud 2017

Tumpeng Nanas Jadi Bancakan

Wisatawan Antusias Ikuti Acara Puncak

02 Oktober 2017, 15: 55: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

KENDURI MASAL: Ratusan pengunjung mengikuti acara penutup bursa buah dengan bancakan tumpeng nanas raksasa di areal parkir dekat gerbang masuk kawasan wisata Gunung Kelud, Desa Sugihwaras, Ngancar, kemarin.

KENDURI MASAL: Ratusan pengunjung mengikuti acara penutup bursa buah dengan bancakan tumpeng nanas raksasa di areal parkir dekat gerbang masuk kawasan wisata Gunung Kelud, Desa Sugihwaras, Ngancar, kemarin. (M. Fikri Zulfikar - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Event bursa buah dalam Festival Kelud 2017 mencapai puncaknya, kemarin. Ditutup dengan kenduri ‘tumpeng raksasa’ nanas, suasana sangat meriah. Para pengunjung areal wisata gunung berapi aktif itu ikut bancakan gunung nanas.

Sejak sekitar pukul 14.00, ratusan orang telah berkumpul di areal parkir dekat gerbang masuk kawasan wisata. Mereka berbondong-bondong untuk mendapatkan nanas gratis.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri di lokasi kenduri nanas, terlihat para pengunjung mengelilingi tumpeng nanas raksasa setinggi sekitar tujuh meter itu. Setelah didoakan oleh pemuka agama setempat, akhirnya para pengunjung pun antusias melakukan gerebek nanas tersebut.

Beberapa ada yang langsung naik menara untuk mengambil buah khas Kecamatan Ngancar itu. Sebagian lainnya menanti di bawah. Mereka bersiap untuk menangkap nanas-nanas yang dijatuhkan. Buah gratis itu lantas mereka bawa pulang.

“Ini memang acara penutup. Kita sekaligus hajatan para petani nanas di Kecamatan Ngancar,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertan) Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso.

Dia menerangkan bahwa jumlah nanas yang diperebutkan sekitar 7.775 buah. Buah-buahnya dikumpulkan dari para petani Ngancar. Mereka membawa sebagian hasil panenan untuk disumbangkan dalam kenduri nanas ini.

Hampir semua petani nanas yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) di Ngancar terlibat dalam penyusunan menara nanas tersebut. “Nanas hasil panenan itu dibawa untuk selamatan. Itu sebagai wujud syukur para petani,” ujar kepala dinas berkaca mata ini.

Sebelum acara bancakan tumpeng nanas yang diperebutkan para pengunjung dari berbagai daerah itu, menurut Widodo, terlebih dahulu warga berdoa. Mereka berharap, agar panenan nanas Ngancar bisa lebih baik dan terus diminati masyarakat.

Sehingga pendapatan para petani pun bisa meningkat. Pada akhirnya, hasil pertanian itu mampu menyejahterakan para petani. “Kita harapkan dengan acara kenduri ini nanas Ngancar lebih dikenal dan menguntungkan para petaninya,” ungkap pria asal Kecamatan Ngadiluwih ini.

Selain dilakukan kenduri nanas, Widodo menerangkan bahwa kemarin adalah agenda dari tindak lanjut bursa buah hari pertama. Selain di beberapa stan menjual buah dan sayurnya secara langsung, para buyer dari perusahaan pertanian hingga swalayan juga ikut datang pada hari pertama dan kedua. Selain mengecek langsung kualitas buah-buahan para petani, mereka juga bernegosiasi. Setelah cocok melihat buah-buahan tersebut, prosesnya lalu bertransaksi. “Dengan ini bisa ditindaklanjuti,” terang Widodo.

Beberapa buyer yang mulai bertransaksi di bursa buah itu, di antaranya adalah PT Mitra Usaha Hortindo. Perusahaan yang bergerak pada pengolahan cabai ini telah memesan cabai ke petani Kecamatan Kepung. Belum lagi Swalayan Transmart yang juga telah melirik Nanas Ngancar untuk dijual di tempatnya.

Selain nanas, Transmart juga mencoba sawo dan belimbing. “Perusahaan GTT juga telah MoU dengan pertanian labu madu untuk olahan maupun segarnya,” tegasnya.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia