Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Features
Dwarapala Buto Tanda Penjaga Candi Hindu

SITUS ADAN-ADAN

29 September 2017, 15: 23: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

TEMUAN BARU : Tim peneliti saat menemukan lapik, alas tempat penaruh sesajen, kemarin.

TEMUAN BARU : Tim peneliti saat menemukan lapik, alas tempat penaruh sesajen, kemarin. (M. FIKRI ZULFIKAR/RK)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN– Arca Dwarapala yang ditemukan di situs Adan-Adan, Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah berbeda dengan arca umumnya. Bentuknya yang berkarakter buto dan posisinya yang berdiri termasuk unik. Pasalnya, posisi arca serupa biasanya jengkeng.

Menurut Achmad Zainal Fachris, ahli sejarah dari Kabupaten Kediri, Dwarapala buto ini penanda bahwa bangunan di situs tersebut menggambarkan candi umat Hindu pada zaman Kerajaan Kediri dahulu.

Melihat posisinya berdiri membawa gada disandarkan tanah dan sejajar dengan kaki, ia menyebut, arca itu adalah penjaga penakluk. Karena itu, rupanya terkesan menyeramkan dan identik dengan perlawanan.

“Bisa juga dengan posisi berdiri yang berbeda dengan Dwarapala jengkeng pada umumnya untuk menggambarkan kebesaran raja saat itu. Karena candi juga sebagai tanda kebesaran raja zaman itu,” ujar lulusan Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Ahli sejarah yang juga penggiat Komunitas Budayawan Eling Handarbeni Hangrungkepi Upaya Madya (Edhum) Kediri ini menerangkan bahwa Dwarapala memang penjaga bangunan suci. Terutama menjaga dari gangguan gaib di sekitarnya.

Karena berbentuk buto, Fachris meyakini, arca ini adalah penjaga bangunan suci atau candi umat Hindu. “Kalau Dwarapala buto selalu penjaga candi Hindu. Berbeda dengan arca penjaga candi umat Buddha,” paparnya.

Menurut Fachris, arca penjaga candi umat Buddha tak berbentuk Dwarapala buto. Namun selalu berupa singa. Contohnya di Candi Borobudur. Selain bentuk Dwarapala, Fachris juga menyinggung ukuran sepasang makara yang ditemukan pada penelitian Pusat Arkenas tahun lalu. Ukurannya besar dengan ketinggian sekitar 2 meter.

“Kalau makaranya sebesar itu, bisa jadi candi Adan-Adan bisa sebesar Candi Prambanan. Sebenarnya ini temuan besar,” ujar ahli sejarah yang juga guru MAN 2 Kota Kediri ini.

Fachris menduga, hal itu karena pernah juga ditemukan reruntuhan Candi Adan-Adan lain hingga dekat Masjid Adan-Adan. Jaraknya 1,5 kilometer (km) dari penemuan makara. Makanya diperkirakan kompleks candi tersebut sangat luas.

Dari temuan makara dan Dwarapala tersebut, maka kompleks penggalian saat ini diduga adalah gerbang utama candi. Selain itu, ditemukan lapik atau tempat alas sesajen. Ini menguatkan bahwa bagian penggalian saat ini adalah gerbang utamanya. Yaitu bagian candi paling barat. Sebab candi di Jawa Timur kebanyakan menghadap ke barat.

“Kalau memang benar yang ditemukan adalah arca Dwarapala. Pastinya masih ada satu yang masih terpendam karena biasanya ada satu pasang di kanan kiri makara,” ungkapnya.

Selain itu, Fachris mengatakan, jika telah ditemukan satu Dwarapala pasti di candi tersebut juga memiliki arca lain di tiga penjuru mata angin lain. Dia menduga, di sisi utara candi atau menghadap ke utara masih ada arca terpendam. Arca tersebut adalah Agastya.

Selain itu, di sisi timur atau arca yang menghadap timur adalah Ganesa. Kemudian, untuk sisi selatan ada arca Durga. “Kemungkinan arca-arca itu masih terkubur. Atau bisa juga telah hancur,” ujarnya. 

(rk/fiz/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia