Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 65

Serang Rumah Mahapatih Nambi

26 September 2017, 09: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Serang Rumah Mahapatih Nambi

Share this          

“Gajah-gajah tunggangan panglima dan manggalayudha mengamuk, menabrak rumah-rumah menuju ke kediaman Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi”

          Menangkap gelagat maharaja ragu-ragu, Dyah Halayudha buru-buru menyembah sambil berkata,”Mohon ampun seribu ampun paduka. Mohon paduka yang mulia tidak memberi peluang kepada para pemberontak untuk mengumpulkan kekuatan.

          Para pengkhianat itu harus secepatnya dihabisi sampai ke akar. Hamba memperoleh laporan bahwa para pemberontak sedang membangun pertahanan di kediaman Pu Nambi, bekas Mahapatih Mangkubhumi Wilwatikta yang berkhianat. Pu Nambi dan kawan-kawannya harus dibinasakan sebagai contoh bagi abdi kerajaan yang lain.”

           Mendapati alasan yang dikemukakan Dyah Halayudha masuk akal, Sri Baginda Maharaja Jayanagara seketika memerintahkan bala pasukan yang dipimpinnya untuk menyerang rumah kediaman Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi yang diduga menjadi sarang berkumpulnya para pemberontak.

          Pasukan Majapahit yang luar biasa besar itu pun bergerak mengguncang bumi Lamajang. Gajah-gajah tunggangan panglima dan manggalayudha dengan meraung-raung mengamuk, menabrak rumah-rumah yang tegak di pinggir jalan menuju ke kediaman Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi.

          Pasukan Magandi, Magalah, Mapedang, dan Maparasu yang mengikuti di belakang bergerak menerobos ke depan dengan melewati lorong-lorong yang dihalangi robohan rumah-rumah.

          Untuk menunjukkan hormat kepada maharaja, Dyah Halayudha turun dari kuda tunggangannya, bergerak cepat bersama bala pasukan Magalah dan Mamedang menerjang ke depan sambil berteriak-teriak memaki Mahapati Mangkubhumi Arya Nambi dan kawan-kawannya yang dianggap pengkhianat. 

Sementara Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi dan Jaran Bangkal yang berada di pendapa buru-buru berdiri ketika mendengar suara hiruk kegaduhan mengumandang di luar dinding yang melingkari halaman kediamannya. Mereka berusaha untuk tenang saat menghadapi para perwira dan manggalayudha Majapahit dengan harapan diberi kesempatan untuk menjelaskan apa yang sejatinya telah terjadi.

Namun saat bala pasukan Majapahit yang dipimpin Dyah Rangganata, Dyah Kamesywara, Dyah Wiswanata menerobos masuk ke pendapa, tidak sedikit pun manggalayudha Majapahit itu memberi kesempatan bagi Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi untuk memberi penjelasan.(bersambung) 

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia