Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 64

Jangan Beri Peluang Pemberontak

25 September 2017, 22: 26: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

Jangan Beri Peluang Pemberontak

Share this          

“Dyah Halayudha melaporkan bahwa bala pasukan Majapahit yang dipimpinnya telah berhasil gemilang menghancurkan kekuatan pemberontak”

          Pasukan besar Majapahit yang bergerak menggetarkan bumi Lamajang itu sampai memasuki tengah kutaraja tidak mendapati satu pun bayangan prajurit Lamajang. Raungan keras gajah-gajah perang menggema tanpa sedikit pun memperoleh jawaban dari pohon-pohon dan rumah-rumah kosong yang membisu.

          Sejauh bala pasukan Majapahit yang luar biasa mengerikan itu memasuki kota, hanya kesunyian dan kelengangan yang didapati sampai para perwira dan manggalayudha mengungkapkan kecurigaan bahwa mereka sejatinya sedang memasuki perangkap yang disusun Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi.

    Atas alasan kecurigaan itu, pasukan gajah yang bergerak di depan tiba-tiba menghentikan langkah. Semua berhenti menunggu sesuatu kemungkinan terjadi jika mereka sedang memasuki perangkap musuh.

Di saat keraguan mengaduk-aduk pikiran Sri Baginda Maharaja Jayanagara dan para panglima serta perwira Majapahit, bala pasukan yang dipimpin Dyah Halayudha memasuki gerbang utara kutaraja Lamajang. 

Setelah menyusul di belakang, Dyah Halayudha memacu kuda tunggangannya ke depan bala pasukan Majapahit dan berhenti di depan gajah tunggangan maharaja. Dengan sigap Dyah Halayudha melompat turun dan menyembah sambil melaporkan bahwa bala pasukan Majapahit yang dipimpinnya telah berhasil gemilang menghancurkan kekuatan pemberontak yang bertahann di benteng Pajarakan.

“Sekali pun ada prajurit paduka yang jadi korban, tetapi seluruh prajurit musuh sudah kami habisi tanpa sisa,” kata Dyah Halayudha melaporkan, “Selanjutnya, hamba mohon titah paduka!”

        Sri Maharaja Jayanagara mengangguk-angguk mendengar laporan Dyah Halayudha. Ia belum mengetahui pasti seberapa besar kekuatan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi, sebab sampai jauh memasuki jalan ke kutaraja Lamajang belum satu orang pun prajurit pemberontak terlihat.

          Apakah kekuatan Lamajang sudah hancur dengan jatuhnya benteng Pajarakan ataukah kekuatan utama Lamajang masih tersembunyi dan memancing bala pasukan Majapahit untuk masuk perangkap?

        Menangkap gelagat maharaja ragu-ragu, Dyah Halayudha buru-buru menyembah sambil berkata,”Mohon ampun seribu ampun paduka. Mohon paduka yang mulia tidak memberi peluang kepada para pemberontak untuk mengumpulkan kekuatan. (bersambung)  

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia