Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
icon-featured
Ekonomi
Kekeringan di Gondang

Ratusan KK Minta Air Bersih

Sumur Warga Mulai Mengering

22 September 2017, 10: 45: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

PERBAIKI SALURAN: Bendahara HIPPAM Ngluyu Kastari (kiri) mengecek perbaikan pipa di tandon air Desa Ngluyu. Untuk mengontrol pemakaian air, mereka akan memasang meteran di rumah warga.

PERBAIKI SALURAN: Bendahara HIPPAM Ngluyu Kastari (kiri) mengecek perbaikan pipa di tandon air Desa Ngluyu. Untuk mengontrol pemakaian air, mereka akan memasang meteran di rumah warga. (Sri Utami - RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

NGANJUK-Jumlah daerah yang mengalami kekeringan di Nganjuk terus bertambah. Di Kecamatan Gondang, kekeringan tidak hanya terjadi di Desa Karangsemi. Melainkan meluas hingga ke Dusun Kedungceleng, Desa Tawang.

          Di dusun tersebut, total ada 150 kepala keluarga (KK) yang kesulitan air bersih. Ratusan KK warga di Dusun Kedungceleng mengalami kekeringan karena sumur-sumur mereka mengering selama seminggu terakhir.

          Salah satu penyebabnya, diduga akibat sumur sawah yang jauh lebih dalam dari sumur warga. Sehingga, saat para petani menyedot air untuk tanamannya, sumur warga mengering.  

          Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Soekonjono yang dikonfirmasi tentang kekeringan di Dusun Kedungceleng, Desa Tawang mengatakan, dirinya belum mendapat informasi secara resmi. “Belum ada surat masuk,” kata Soeko.

          Lebih lanjut Soeko mengatakan, jika sudah ada permintaan resmi bantuan air dari pihak desa, BPBD akan langsung mengirim bantuan air ke dusun tersebut. Apalagi, saat ini BPBD sudah rutin mengirim air bersih ke Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang yang juga kekeringan.

          Kemarin, kata Soeko, pihaknya kembali mengirim enam tangki air bersih untuk warga Desa Karangsemi. “Kalau memang ada permintaan untuk Desa Tawang nanti akan ditata lagi jadwalnya. Tetap akan kami dropping air,” lanjut Soeko.

          Sesuai jadwal, lanjut Soeko, hari ini BPBD akan mengirim air bersih ke Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong. Yaitu, untuk ratusan KK warga di Dusun Sendanggogor dan Dusun Jomblang. Makanya, jika memang ada permintaan air untuk Desa Tawang, BPBD akan mengirimkan mulai Sabtu (23/9) nanti.

          Seperti sebelumnya, Soeko menyebut sejauh ini BPBD masih memiliki cukup dana untuk operasional dropping air. Apalagi, BPBD baru saja mengajukan penambahan anggaran Rp 50 juta untuk penyaluran bantuan air bersih.

          Hanya saja, diakui Soeko, BPBD kekurangan armada untuk pelaksanaan dropping. Saat ini BPBD hanya punya satu mobil tangki. Ditambah dua mobil tangki milik PDAM, tiap harinya hanya ada tiga unit mobil yang dioperasikan.

          Untuk bisa mengirim enam tangki air, berarti tiap mobil harus bolak-balik hingga dua kali. Akibatnya, pelaksanaan dropping air berjalan hingga sore. Terutama, untuk jarak tempuh yang jauh seperti di Lengkong.

          Mulai Senin (25/9) nanti menurut Soeko pihaknya akan mendapat pinjaman kendaraan dari dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). “Kami dapat pinjaman mobil tangki dan sopir. Kalau biaya operasionalnya tetap BPBD,” terang Soeko.

          Meski hanya mendapat tambahan pinjaman satu unit kendaraan, menurut Soeko sudah sangat membantu. Apalagi, selama beberapa minggu ke depan dikhawatirkan jumlah daerah yang minta bantuan air bersih terus bertambah.

(rk/yi/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news