Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 58

Pasukan Bala Magandi Berhamburan

19 September 2017, 14: 31: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI: NAKULA AGI S

ILUSTRASI: NAKULA AGI S

Share this          

“Terdengar suara anak panah menembus daging dan menghantam perisai yang susul-menyusul diikuti ambruknya tubuh dua tiga orang  prajurit Lamajang”

Laksana kawanan hewan buas menyerang mangsa, bala Magalah dan Mamedang menerjang ke arah gerbang sambil berteriak-teriak mencaci-maki. Mereka yang tergabung dalam pasukan bala Magalah dan Mamedang Majapahit adalah pasukan yang terlatih baik.

Mereka menyerang serentak, bergerak cepat, menikam dan menebas musuh dengan garang. Namun pasukan Lamajang yang bertahan di gerbang pantang mundur. Dengan tangkisan perisai, mereka membalas serangan lawan. Terjadi saling tusuk, saling babat, saling tangkis, dan saling lempar tombak di gerbang.

“Bala Magandi!” teriak Sri Maharaja mengangkat tangan ke atas,”Serang!”

Laksana hujan, langit di sekitar gerbang utara Lamajang terlihat hitam dipenuhi anak panah. Sekejap setelah itu, seiring dengan jatuhnya anak-anaik panah yang menghujan itu ke dalam benteng, terdengar suara jeritan, raungan, pekikan, ratap kesakitan dan erang kematian diikuti suara debum dari tubuh-tubuh prajurit Lamajang yang tumbang ke tanah.

Sesaat setelah itu, pasukan Magalah dan Pemedang yang menyerang gerbang tiba-tiba mundur serempak. Saat itulah, pasukan bala Magandi berhamburan ke depan gerbang sambil membidikkan anak-anak panah mereka ke arah musuh yang berkerumun di gerbang.

Srrreetttt! Blesssh! Jlebbb! Tang! Tuing!

Terdengar suara anak panah menembus daging dan menghantam perisai yang susul-menyusul diikuti ambruknya  tubuh  dua tiga orang  prajurit Lamajang penjaga gerbang. Namun secepat itu, kedudukan prajurit yang tumbang terkena anak panah digantikan prajurit lain yang menutup dirinya dengan perisai lebar. Bahkan seperti kilat, belasan anak panah menghambur dari sela-sela prajurit Lamajang yang menutupi gerbang yang disusul teriakan sakit prajurit Majapahit yang di depan gerbang.

Rttt…rrrttttt…blasssh!

Dari atas benteng di sebelah kanan dan kiri pintu gerbang, melesat belasan anak panah yang menyambar dan membuat panik pasukan depan Majapahit, yang dengan cepat membalas tembakan panah pasukan Lamajang. Saling bidik dengan panah pun berlangsung sengit, yang membuat Sri Baginda Maharaja geram.

Dengan gigi gemeretak menahan marah  Sri Baginda Maharaja melompat turun dari punggung gajah tunggangannya. Lalu dengan keris pusaka terhunus, Sri Baginda Maharaja menerjang ke arah pintu gerbang sambil berteriak mengguntur, “Seraaaang!” (bersambung)   

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia