Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 56

Jayanagara Pimpin Pasukan Sendiri

17 September 2017, 19: 16: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Jayanagara Pimpin Pasukan Sendiri

Share this          

“Raungan gajah-gajah yang mengobat-abitkan belalainya dan ringkik kuda yang mengangkat kaki depannya terdengar menggetarkan di sekitar benteng”

*        *        *        *        *

          Di siang yang terik, dinding benteng yang mengitari kutaraja Lamajang tegak perkasa menjadi saksi bisu kedatangan bala pasukan Majapahit yang menyemut di depan pintu gerbang utara Lamajang.

Bala pasukan yang dipimpin sendiri oleh Sri Baginda Maharaja Jayanagara itu terlihat sangat menakutkan. Sri Baginda Maharaja yang duduk perkasa di atas gajah perang perkasa yang masyhur disebut Sang Surawiti, terlihat sangat agung dan berwibawa laksana Sang Surapati, Indra.

Sembilan ekor gajah perang tampak  berderet di samping kiri gajah Surawiti dan sembilan gajah perang yang lain berderet di samping kanannya, terlihat seperti dinding benteng tandingan bagi benteng batu Lamajang. Bala Magandi (pemanah) dan Magalah (penombak) berbaris bersaf-saf di belakang pasukan gajah perang diikuti pasukan pedang dan pasukan kapak.

Yang paling belakang adalah barisan pasukan berkuda.  Raungan gajah-gajah yang mengobat-abitkan belalainya dan ringkik kuda yang mengangkat kaki depannya ke atas, terdengar  menggetarkan semua yang berada di sekitar benteng.

           Pu Samaya yang menunggang kuda hitam terlihat melesat dari samping gajah Surawiti tunggangan Sri Baginda Maharaja ke depan gerbang utara benteng Lamajang. Saat jaraknya dengan gerbang sekitar lima dpa, Pu Samaya berteruiak lantang meminta agar para prajurit membiarkan Sri Baginda Maharaja dan bala pasukan Majapahit untuk memasuki Lamajang lewat gerbang.

Namun perwira pengawal memberi jawaban, bahwa para prajurit penjaga gerbang hanya menjalankan tugas dari Sang Jurupati Lamajang untuk menjaga gerbang dan benteng. Mereka membolehkan siapa pun memasuki kutaraja tanpa seijin Sang Jurupati Lamajang. Itu sebab, bala pasukan itu harus menunggu beberapa saat untuk mendapatkan ijin dari Sang Jurupati untuk memasuki kutaraja Lamajang.

“Tidakkah kalian tahu, bahwa kami dari Wilwatikta bersama Sri Baginda Maharaja?” seru Pu Sama berang.

“Kami hanya prajurit! Kami hanya menjalankan tugas!” sergah perwira Lamajang tidak gentar, “Kami sedang mengirim prajurit untuk meminta perkenan Sang Jurupati. Mohon bersabar!”

Pu Samaya marah sekali mendengar jawaban perwira Lamajang yang dianggapnya tidak menghormati maharaja. Sambil mengkertak gigi, ia menggeram dengan tanpa sadar menoleh ke arah Sri Baginda Maharaja.(bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia