Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 51

Memimpin Dua Laksa Pasukan

12 September 2017, 09: 53: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI: NAKULA AGI S

ILUSTRASI: NAKULA AGI S

Share this          

“Dalam sekejap, Ganding telah berubah menjadi semacam tampah raksasa yang digoyang-goyang di mana orang-orang terhambur berserakan di jalan-jalan”

  *      *        *        *        *

“Awas musuh menyerang!”

“Musuh darimana?”

“Lari..! Musuh telah menyerang!”

Teriakan, pekikan dan jeritan panik dari orang-orang yang berada di jalanan Ganding terdengar sambung-menyambung menjelang fajar menyingsing.

Penduduk yang baru bangun dari tidur berlarian keluar rumah dilanda kepanikan, berteriak-teriak mencari anak dan isteri serta keluarga lain, di tengah ringkik kuda dan desingan anak panah yang berhamburan di antara tebasan pedang yang menyambar-nyambar mengenai siapa saja yang mendekat.

Dalam sekejap, Ganding telah berubah menjadi semacam tampah raksasa yang digoyang-goyang di mana orang-orang terhambur berserakan di jalan-jalan seperti gabah di diputar dan diaduk-aduk tangan raksasa.

  Sri Maharaja Jayanagara yang memimpin dua laksa pasukan berkuda dan prajurit pejalan kaki, dengan suara gemuruh melintasi gerbang utara Ganding, menerobos masuk jalan utama, melanda apa pun yang menghalangi jalannya bala pasukan yang bergelombang sambung-menyambung, di mana saat melewati gerbang selatan Ganding terlihat jejak kerusak-binasaan kota kecil di utara Lamajang tersebut seolah-olah baru saja dilintasi seekor naga raksasa: rumah-rumah, lumbung padi, kedai makan, pedati, gerobak, mayat manusia, bangkai hewan, ceceran gabah, genangan darah yang mengering, potongan tangan, dan aneka barang yang berserakan tak tentu arah. Sebuah pemandangan yang meremangkan bulu kuduk.

Sementara itu selaksa pasukan pejalan kaki dari satuan Magalah (bertombak), Magandi (pemanah), Maparasu (berkapak), Mamedang (berpedang) ditambah seratus pasukan berkuda yang dipimpin Dyah Halayudha, terlihat mengikuti agak jauh di belakang pasukan maharaja. 

Pada saat sampai di pertigaan jalan yang membentang di luar gerbang selatan Ganding, pasukan itu mendadak berbelok ke kiri menuju ke Pajarakan. Tidak jauh di belakang, selaksa lagi pasukan berkuda dan pejalan kaki yang diikuti pasukan pembawa perbekalan yang dipimpin Dyah Kameswara, terlihat bergerak perlahan  mengikuti pasukan yang dipimpin maharaja.

Satu-dua penduduk Ganding yang bersembunyi di bawah tumpukan kayu dari rumah yang ambruk tampak kebingungan dan ketakutan menyaksikan sisa-sisa bayangan  para pembinasa itu menuju ke selatan. (bersambung)  

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia