Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 49

Pu Jalu Diam-Diam Kirim Kurir

10 September 2017, 18: 04: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

KARYA: AGUS SUNYOTO

KARYA: AGUS SUNYOTO

Share this          

“Dikawal duapuluh orang pasukan berkuda, Bhre Tumapel Nararya Cakradhara dan Mada memacu kuda mereka untuk melewati jalur terjal ke Lamajang”

Dyah Halayudha sudah membayangkan bagaimana dalam serangan mendadak bala pasukan Majapahit yang dipimpin maharaja itu tidak hanya Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi beserta kawan-kawannya yang akan binasa, melainkan keluarga Sang Jurupati Lamajang Tigang Juru Arya Adikara Wiraraja pun akan binasa pula sampai ke akar.

Dyah Halayudha yakin, tidak satu orang pun yang mengetahui rencana jahatnya itu sampai semua terwujud dalam kenyataan. Namun tidak ada rencana manusia yang berjalan sempurna seperti yang dibayangkan, karena semua yang terpusar dalam gerak pencapaian nyata dari yang direncanakan biasanya terjadi hal-hal di luar dugaan yang sering mengganggu kemulusan pelaksanaan yang kadangkala malah memporak-porandakan rencana yang nyaris terwujud dalam pencapaian. 

Pu Jalu, seorang perwira muda dari prajurit pengalasan yang menjadi salah seorang kepercayaan Dyah Halayudha, tanpa setahu junjungannya diam-diam mengirim seorang kurir untuk menemui Rakryan Citralekhadanda Pu Mada di Tumapel guna memberitahu keberangkatan bala pasukan yang dipimpin Sri Baginda Maharaja untuk menyerang Lamajang. (bersambung)  

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia