Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 48

Rencana Siasat Serangan Mendadak

09 September 2017, 12: 57: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Rencana Siasat Serangan Mendadak

Share this          

“Rencana jahat Dyah Halayudha untuk menyingkirkan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi beserta kawan-kawannya sudah tinggal beberapa langkah”

---------------------------

Perjalanan malam yang dilakukan bala pasukan Wilwatikta yang dipimpin sendiri oleh Sri Baginda Maharaja Jayanagara semata-mata mengikuti petunjuk dan saran Dyah Halayudha, yang merencanakan sebuah serangan mendadak yang tidak disangka-sangka oleh para pemberontak.

Siasat itu, menurut Dyah Halayudha, perlu dilakukan untuk membalas siasat para pemberontak yang diam-diam merencanakan akan menyerang kutaraja Wilwatikta secara tiba-tiba.

Dengan rencana menggunakan siasat serangan mendadak itu, bala pasukan Wilwatikta jika pagi hingga sore, harus masuk ke dalam hutan untuk beristirahat guna melanjutkan perjalanan pada senja hari.

Rencana jahat Dyah Halayudha untuk menyingkirkan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi beserta kawan-kawannya sudah tinggal beberapa langkah keberhasilannya saat bala pasukan Wilwatikta sudah mencapai perbatasan Ganding.

Dyah Halayudha sudah membayangkan bagaimana dalam serangan mendadak bala pasukan Majapahit yang dipimpin maharaja itu tidak hanya Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi beserta kawan-kawannya yang akan binasa, melainkan keluarga Sang Jurupati Lamajang Tigang Juru Arya Adikara Wiraraja pun akan binasa pula sampai ke akar.

Dyah Halayudha yakin, tidak satu orang pun yang mengetahui rencana jahatnya itu sampai semua terwujud dalam kenyataan. Namun tidak ada rencana manusia yang berjalan sempurna seperti yang dibayangkan, karena semua yang terpusar dalam gerak pencapaian nyata dari yang direncanakan biasanya terjadi hal-hal di luar dugaan yang sering mengganggu kemulusan pelaksanaan yang kadangkala malah memporak-porandakan rencana yang nyaris terwujud dalam pencapaian. 

Pu Jalu, seorang perwira muda dari prajurit pengalasan yang menjadi salah seorang kepercayaan Dyah Halayudha, tanpa setahu junjungannya diam-diam mengirim seorang kurir untuk menemui Rakryan Citralekhadanda Pu Mada di Tumapel guna memberitahu keberangkatan bala pasukan yang dipimpin Sri Baginda Maharaja untuk menyerang Lamajang.

Perwira muda asal Daha itu berharap Pu Mada segera  mempersiapkan diri untuk kembali ke kutaraja karena dipastikan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi dan para pejabat tinggi yang mengabdi sejak masa Sri Prabhu Kertanegara akan habis tidak bersisa terkena amarah Sri Baginda Maharaja. (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia